16 Anggota DPRD Tak Hadir Paripurna, Indikasi Ada Boikot ?

BANJAR, (KAPOL).- Ketidakhadiran 16 anggota DPRD Banjar pada rapat paripurna DPRD Banjar dengan agenda pembahasan Nota Pengantar Wali Kota tentang Rancangan Perda tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Kota Banjar tahun 2017, berakibat tak kuorum dan diharuskan dijadwal ulang.

“Kami sesalkan banyak anggota DPRD Banjar yang tak hadir pada paripurna itu. Sementara, saat bamus anggota DPRD Banjar yang hadir banyakan. Kondisi ini sebagai indikasi ada boikot pelaksanakaan paripurna tersebut ,” ujar Ketua Harian DPD Partai Golkar, Kusnadi, disela-sela acara melengkapi persyaratan caleg di Mako Polres Banjar, Rabu (11/7/2018).

Kendati banyak anggota DPRD Banjar tak hadir para paripurna itu, dikatakan dia, itu merupakan pilihan dan hak politik anggota DPRD Banjar bersangkutan. Menurutnya, hal tersebut sah-sah saja di era demokrasi sekarang ini.

“Kami rasa, ketidakhadiran banyak anggota DPRD Banjar pada paripurna itu bukan dampak Pilkada Banjar 2018,” tuturnya.

Wali Kota Banjar, Hj.Ade Uu Sukaesih, menegaskan, penyerahan nota pengantar Wali Kota tentang Rancangan Perda tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Kota Banjar tahun 2017 itu, tidak terlambat.

“Tidak terlambat itu. Tanyakan saja lagi ke Dewan (DPRD Kota Banjar.-red),” ujcap Hj.Ade Uu Sukaesih, singkat, seusai menghadiri acara “Syukuran Hari Bhayangkara ke-72 Tingkat Polres Banjar” di Graha Banjar Idaman (GBI) kepada “KAPOL”.

Sekda Banjar, H.Ade Setiana, menjelaskan, penyerahan penyerahan nota pengantar Wali Kota tentang Rancangan Perda tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Kota Banjar tahun 2017 itu, Senin, 2 Juli 2018.

“Tanggal 30 Juni pada hari Sabtu. Tanggal 1 Juli hari Minggu. Berhubung hari libur tersebut, otomatis nota pengantar wali kota Banjar diserahkannya ke DPRD Banjar Senin, 2 Juli,” kata H.Ade Setiana.

Menyusul paripurna DPRD Banjar yang tak kuorum itu, dikatakan H.Ade, diharuskan dijadwal ulang lagi. Ketidakhadiran banyak anggota DPRD Banjar pada paripurna itu, bukanlah boikot.

“Batal paripurna itu tak berdampak. Karena, audit BPK sudah dilaksanakan. Saat ini hanya menunggu diperdakan saja,” tuturnya.

Dari 25 anggota DPRD Banjar yang hadir hanya 8 anggota DPRD Banjar.

Diantaranya, Ketua DPRD Banjar, Dadang R Kalyubi (Golkar), Oman Ismail Marzuki (Golkar), Sutopo (Golkar), H.Sudarsono (Golkar), Ade Komarudin (Golkar), Sukiman (PDIP), Rully (PDIP) dan Gun Gun Gunawan (PKB).

Sejumlah anggota DPRD Banjar tak hadir membantah ketidakhadirannya itu imbas kekalahan Pilwalkot Banjar tahun 2018.

Kendati, anggota DPRD Banjar tak hadir tersebut, semuanya berasal dari parpol pengusung dan pendukung paslon H. Maman Suryaman dan Hj.Irman Bastaman (Iman Barokah). (D.Iwan)***

Komentari