Nagih Cau Pasti Ketagihan

CIAMIS, (KAPOL).-Perkembangan dunia kuliner sudah sangat pesat banyak orang yang melakukan beberapa inovasi dari jenis makanan tertentu, salah satunya pisang. Buah jenis ini selain banyak manfaatnya,  juga mudah dicari di setiap tempat.

Sama halnya yang dilakukan oleh Devi Anisa Nirmala, pemilik dari Nagih Cau berada di Jalan RE Martadinata No 8A Ruko B Regency 4 Maleber Ciamis. Ia mengolah pisang tersebut menjadi kudapan yang sangat menarik dan tentunya disenangi oleh semua kalangan.

Di tangan terampilnya ia mengubah pisang menjadi nugget pisang, yang biasanya orang mengenal nugget dari olahan ayam saja.

Devi mengatakan, ia mengolah pisang tersebut berdasarkan atas kesukaanya terhadap pisang agar tidak monoton saat dimakan. Kemudian ia melihat peluang pasar yang hanya mengolah pisang menjadi pisang kremes, atau hanya diberi taburan keju atau coklat saja.

“Awalnya karena suka dengan pisang makanya dibuat nugget saja, kemudian orang hanya membuat pisang krismes jadi saya buat yang berbeda dari lainnya,” ujar Devi.

Nugget pisang ini memiliki tekstur renyah di luar dan lembut, namun tetap ada cita rasa serta bau pisang, yang merupakan primadonanya.

“Berbeda dengan pisang kremes kalau ini teksturnya juga renyah dan rasa pisang itu tetap terasa,” ujarnya.

Tidak hanya itu saja sentuhan yang menarik, ia memberikan varian toping seperti coklat, keju, green tea, dan millo.

“Untuk sementara saya kasih 4 macam dulu varian toping dan nanti akan menyusul,” ujar Devi.

Ia pun menerima pesanan bagi mereka yang penasaran dengan rasa uniknya, bisa melalui kontak pribadinya atau mengunjungi sosial media.

“Kalau ada yang mau pesan bisa langsung ke kontak saya atau datang ke outletnya yang ada di Ciamis, atau bisa kunjungi sosial media,” ujarnya.

Harganya pun cukup terjangkau, dengan membandrol Rp 20.000 untuk satu kotaknya.

“Harganya dua puluh ribu rupiah satu kotanya, isinya menyesuaikan dengan ukuran yang ada,” katanya.

Dengan adanya nugget pisang ini, masyarakat tidak akan jenuh untuk mengkonsumsi pisang yang hanya dimakan langsung.

“Jadi masyarakat tidak jenuh dengan hanya memakan langsung pisangnya, tetapi ada kesan tersendiri karena banyak varian rasa yang dipilih untuk kudapan, ” ujar Devi. (Erni Nur’aeni)***