3 Desa di Sumedang, Rawan Penyalahgunaan Narkoba

SUMEDANG, (KAPOL).- Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Sumedang, kini akan prioritaskan pengawasan ke tiga wilayah desa yang diindikasi paling banyak terjadi kasus penyalahgunaan dan peredaran narkoba.

Ketiga desa yang bakal mendapatkan penggarapan prioritas ini, masing-masing Desa Cibeusi (Jatinangor), Desa Tanjungsari (Tanjungsari), dan Kelurahan Situ (Sumedang Utara).

Kepala BNNK Sumedang AKBP. Kunto Prasetyo SH, melalui Kepala Seksi Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat, Rosadi, menyebutkan bahwa berdasarkan hasil pemetaan seksi berantas, di wilayah Kab. Sumedang ini tercatat ada tiga desa yang terindikasi paling rawan terhadap kasus narkoba.

Sementara jika berbicara skala kecamatan, BNNK mengkategorikan ada tujuh kecamatan yang masuk kategori rawan terjadi kasus narkoba.
Dan ketujuh kecamatan dimaksud, kata Rosadi, yakni Kec. Jatinangor, Tanjungsari, Cimanggung, Sumedang Selatan, Sumedang Utara, Pamulihan, dan Cimalaka.

“Hasil pemetaan BNNK, memang ada tujuh kecamatan yang dianggap paling rawan terjadi kasus penyalahgunaan dan peredaran narkoba. Namun hal itu bukan berarti kecamatan lainnya aman, sebab untuk saat ini semua kecamatan juga sangat memungkinkan adanya potensi penyalahgunaan narkoba,” katanya.

Maka dari itu, dalam program Desa Bersih Narkoba (Bersinar) yang bakal dilaksanakan di Sumedang, BNNK akan menjadikan ketiga desa (Cibeusi, Tanjungsari dan Kel. Situ) itu sebagai pilot project.

Berbicara soal rencana pembentukan Desa Bersinar seperti yang dicanangkan BNN Provinsi Jawa Barat, BNNK Sumedang, sejauh ini telah melayangkan surat kepada Bupati Sumedang, terkait permohonan kerjasama pembentukan Desa Bersinar.

“Surat itu kami berikan kepada Pa Bupati, dengan tujuan agar beliau memerintahkan para camat untuk membentuk Desa Bersinar berikut Satgas Anti Narkoba di wilayahnya masing-masing,” katanya.

Menurut informasi terkahir, kini kecamatan dan desa/kelurahan kabarnya telah mulai menjajaki rencana pembentukan Desa Bersinar.

Bahkan khusus untuk pembentukan Satgas Anti Narkoba, Pemkab menargetkan harus sudah terbentuk di semua desa akhir Februari ini.

Dijelaskan Rosadi, pembentukan Desa Bersinar berikut Satgas Anti Narkoba ini, tiada lain merupakan salah satu upaya pemerintah dalam rangka Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN).

Sebab seperti diketahui, sesuai amanat Undang-undang semua lapisan masyarakat juga memiliki kewajiban untuk membantu melakukan P4GN.

“Sedangkan untuk penanganan pecandu atau pengguna, kita akan dorong mereka agar mau direhabilitasi ke klinik kesehatan yang telah mendapat rujukan, seperti ke BNNK, RSUD, Puskesmas Paseh, dan Yayasan Al Yamin Cimanggung,” katanya. (Taufik Rochman)***