IKLAN
PERISTIWA

33 Titik Wilayah di Sumedang, Rawan Kekeringan

SUMEDANG, (KAPOL).- Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Sumedang menyatakan ada 33 titik wilayah di Sumedang yang rentan mengalami kekeringan.

Jatinunggal dan Jatigede adalah dua wilayah yang kemungkinan paling parah terjadi kekeringan.

Kepala Dinas PUPR Kabupaten Sumedang, Sujatmoko menyebutkan, jika melihat fenomena sekarang, saat musim kemarau debit air langsung menurun, sedangkan musim hujan debit air begitu meluap.

Hal itu dikarenakan, tidak baiknya sistem pengelolaan air.
Seharusnya, kata dia, ada upaya khusus dalam memperbaiki manajemen pengelolaan air

“Memang sangat penting mengelola sumber mata air. Itu tak hanya tugas pemerintah daerah tapi semua kalangan masyarakat.
Pengelolaan sumber daya air itu pertama harus mengelola sumber sumber air dan manejemen air,” katanya kepada Kabar Priangan Online (KAPOL), Minggu (17/9/2017).

Upaya konkret untuk mengantisipasi kekeringan yang terjadi tiap tahun di Sumedang, kata dia, dengan memperbaiki irigasi dan untuk air minum dengan membuat banyak sumur dalam.

“Juga perlunya green belt.Termasuk daerah hulu sungai harus dikonservasi dengan penghijauan,” katanya.

Selain itu, tambah dia, pihaknya berencana membangun pompanisasi. Sebab kalau mengandalkan debit air dari sungai sangat sedikit.

Digambarkan sebenarnya pemerintah pusat sudah membuat UU guna mengantisipasi krisis air. Yakni dengan membangun small dam (bendungan kecil). Bahkan di Sumedang sebenarnya direncanakan banyak dibangu bendungan.

Dengan demikian, setelah pembangunan bendungan selain Jatigede selesai akan menjadi solusi untuk mengantispasi terjadinya krisis air di Sumedang.

“Kalau di Sumedang Bendungan Jatigede, Cipanas, Sadawarna mungkin nanti bisa sebagai sumber air,” ucapnya.

Adanya bendungan bendungan tersebut, kata dia sebagai konservasi tanah dan air, recharge area (daerah penyupalia air) dan sebagai penyedia bahan baku dan irigasi.

“Untuk menghilankan gap ketika musim hujan air melimpah ke laut kalau musim kemarau debit air menurun itulah fungsi bendungan-bendungan itu. Meskipun kondisi aktual saat ini,  meski sudah ada bendungan Jatigede tetap kering. Tapi kedepan bisa saja jadi solusi. Seperti contoh, nanti Bendung Rengrag bisa mengairi 3800 hektar terinterkoneksi sampai ujungjaya,” tuturnya.

Upaya lainnya, tambah dia, kini dibuatkan saluran-saluran kran umum dari sumber mata air ke bak penampungan di sejumlah daerah. (Nanang Sutisna)***

Komentari

IKLAN
IKLAN
Direktur : H. Usman Rachmatika Kosasih Penanggungjawab: AS Wibowo
Pemimpin Redaksi : Duddy RS
Redaktur Pelaksana : Abdul Latif
Teknologi Informatika : Deni Rosdiana
Promosi dan Iklan : Nova Soraya
Kesekretariatan : Dede Nurhidayat, Sopi
Wartawan : Imam Mudofar, Azis Abdullah, Ibnu Bukhari, Astri Puspitasari, M. Jerry

Alamat Redaksi : Jl. RE. Martadinata No. 215 A Kota Tasikmalaya 46151

To Top