9 Tahun KWKT, Berbaginya Yang Penting

Allah SWT yang mempertemukan kami dengan Pesantreneurship PAY Manonjaya. Dari sekian tempat panti yang kami kunjungi ternyata ke Pesantren PAY yang paling lancar.Kami tidak memilah dan memilih panti soalnya yang kami utamakan adalah “Berbaginya,”, demikian ungkapan, Koordinator bersama berbagi kebahagiaan pada acara hari jadi dan syukuran Kominitas Wisata Kuliner Tasikmalaya (KWKT) ke 9 berkolaborasi dengan Indonesian Chef Association (ICA) BPC Tasikmalaya, Tetep usai kegiatan.

Kegiatan sendiri digelar pada Selasa (28/11/2017) di Ponpes tersebut di  Kampung Jenal, Desa Margaluyu, Kecamatan Manonjaya Kabupaten Tasikmalaya dengan bakti sosial menyantuni anak yatim.

Selain tentunya pegiat kuliner, pengusaha dan komunitas lain yang sengaja diundang untuk ikut bergabung menyemarakkan agenda baksos tahunan ini, kata Tetep, dalam agenda berbagi Tasyakuran 9 tahun KWKT tersebut, semoga bisa terus bernilai manfaat bagi sesama.

Sedangkan yang paling ditunggu pada helaran tasyakuran komunitas kuliner itu, yakni tentunya makan, makan dan makanan. Ada sekitar kurang lebih 200 orang yang ikut terlibat, 100 orang dari pihak panti dan pengurus. Selain itu dari KWKT, ICA dan undangan komunitas lain sekitar 100 orang jadi semuanya 200 orang.

“Yang terpenting bukan masalah makan makanannya, akan tetapi berbagi kebahagiaan dengan anak yatim juga mempererat tali silaturahim yang sangat penting. Sehingga bisa menjalin dan menunjang kemajuan usaha satu sama lain di dalam komunitas ini,” katanya, Jumat (1/12/2017)

Untuk memanjakan yang hadir dan anak yatim serta pengurus Pontren, kata Tetep, pihkanya bekerja keras dengan para Chef andalan Tasikmalaya untuk menyajikan makanan dengan menu andalan, diantaranya menu makanan utama nasi goreng bakso, sapi lada hitam/blackpepper beef, oseng pakcoy yang sangat pas disantap pada sore menjelang malam dengan cuaca dingin selepas hujan.

Selain itu, makanan tambahannya ada es duren cimeng, es cream, pisang ijo, puding, berbagai macam snack, thai tea, jus, cilok, pisang coklat dan makanan lainnya ikut disajikan sebagai pelengkap santapan.

“Seperti acara-acara ceremonial syukuran pada umumnya, kami awali dengan baca ayat suci Al-qur’an sebagai rasa syukur kami dilanjut dengan sambutan panitia lalu pemberian santunan, dan do’a,” katanya.

Agenda pamungkasnya sebelum mencicipinya yakni semua yang hadir diajak melihat demo masak dari ICA. Kenapa acara kali ini menggandeng ICA, sebab ICA adalah komunitas yang tujuannya sama yaitu ingin memajukan kuliner Tasikmalaya dan di dalamnya banyak para ahli masak.

“Jadi sekalian aja diajak ke acara syukuran hari jadi KWKT sambil menyediakan makanan untuk panti biar anak-anak panti bisa merasakan makanan restoran atau makanan hotel,” ungkapnya. (Erwin RW)***