97 ASN Isi Kekosongan Kepala Desa

SINGAPARNA, (KAPOL).-Sebanyak 97 Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemkab Tasikmalaya dilantik Bupati Tasikmalaya Ade Sugianto, mengisi jabatan Kepala Desa yang kini kosong akibat berakhirnya masa jabatan kepala desa sebelumnya, Senin (10/7/2019).

Pelantikan yang berlangsung di Aula Pendopo Baru Pemkab Tasikmalaya itu salah satu tahapan persiapan pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak di 211 Desa pada  Oktober2019. Para pejabat sementara (Pjs) Kepala Desa inipun bakal menjabat hingga Kepala Desa definitif hasil Pilkades terpilih.

“Diharapkan mereka langsung bekerja efektif membangun desanya. Tugas paling berat, yakni melahirkan kepemimpinan baru di desa, tetapi juga mampu membangun suasana baru seperti membenahi dan memperbaiki kinerja desa yang kini dipegang oleh para pegawai negeri sipil ini,” jelas Bupati Tasikmalaya, Ade Sugianto, usai melantik para Pjs Kepala Desa.

Ade mengatakan, untuk pelaksanaan Pilkades serentak, pihaknya mengaku sudah siap baik secara regulasi, kepanitian, hingga anggaran. Pemkab Tasikmalaya telah menyiapkan anggaran sebesar Rp 15.000.000 per satu desa.

Jika dikalkulasikan dengan 211 desa yang bakal melaksanakan Pilkases, maka nilainya mencapai Rp 3,1 Miliar. Belum anggaran untuk pengamanan dan lainnya.

Ade menilai, jika anggaran yang disediakan tersebut terbatas dan hanya berupa stimulan. Sehingga ia berharap terjadi gotong royong serta menimbulkan bantuan lain dari masyarakat atau pihak lain. Sehingga masyarakat mampu mengamankan dirinya sendiri melaksanakan pesta rakyat pemilihan kepala desa.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DPM DPAKB) Kabupaten Tasikmalaya E.Z Alfian menambahkan, untuk pilkades serentak guna mengisi kekosongan Kepala Desa masa jabatan 2013-2019 yang telah banyak berakhir.

Maka pihaknya telah mempersiapkan segalanya. Di mana untuk pelaksanaan telah ditentukan pada Kamis 24 Oktober 2019, dengan anggaran bantuan sebesar Rp 15 juta per desa.

“Diikuti oleh 211 desa tersebar di 39 kecamatan. Kini kepanitiaan pilkades di setiap desa sudah terbentuk, dan tahapan pendaftaran segala macam telah kami sebarkan,” jelas Alfian.

Dikatakan dia, pihaknya berupaya melalui peraturan Bupati Tasikmalaya dan aturan lainnya, meminimalisir adanya silang pendapat agar tidak terjadi kekisruhan sosial dalam pilkades. Ia menegaskan dengan anggaran yang disiapkan dipastikan mencukupi. (Aris Mohamad F)***

Diskusikan di Facebook
Baca juga ...