ABK Tidur Pulas, Kapal Compreng Terdampar

PANGANDARAN, (KAPOL).- Tengah asyik tertidur pulas di dalam kapal, kapal bersama lima awak kapal terdampar ke pingir pantai, Selasa, 12 Juni 2018 sekira pukul 09.00 WIB.

Terdamparnya kapal nelayan jenis compreng Medi Jaya bersama lima awak kapal tersebut akibat tali jangkar putus dan terbawa gelombang dan angin saat berlabu di perairan pantai barat tepatnya di dekat bangkai MV Viking Lagos.

Tampak beberapa anggota Satuan Polisi Perairan Pangandaran Polres Ciamis dan Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kab Pangandaran tengah membantu mengatasi penanganan atas kejadian tersebut di lokasi.

Tidak korban atas terdamparnya kapal compreng tersebut, hanya saja kapal harus ditarik ke tengah dengan menggunakan kapal.

Menurut keterangan Kasat Polair Pangandaran Polres Ciamis AKP Samuji melalui salahsatu anggota Polair Pangandaran Polres Ciamis di lokasi, membenarkan bahwa kapal compreng bernama Medi Jaya tetdampar di pantai barat Pangandaran tepatnya di depan hotel Hawai.

Menurutnya, kejadian tersebut saat kelima awak kapal asal Cilacap Jawa Tengah dengan identitas Medi (45) Nahkoda kapal, dan empat ABK, Rebo (60), Sikun (45), Tarmo (50) dan Agus (40) tengah lego jangkar di perairan batu mandi pantai barat Pangandaran, pada pukul 23.00 WIB.

Kemudian, kata dia, nahkoda kapal turun ke TPI Pananjung untuk melelangkan hasil laut atau ikan. Setelah pulang dari TPI Pananjung, nahkoda kembali ke kapal dan tidur.

“Sekira pukul 24.00 WIB kapal compreng MEDI JAYA yang sedang lego jangkar, tali jangkar nya putus dikarenakan angin kencang,” tuturnya.

Berdasarkan pengakuan Medi sang Nakhoda, saat itu semua ABK kapal tengah tertidur sehingga tidak menyadari bahwa kapal tersebut terombing ambing. Akhornya kapal terdampar ke pinggir.

Setelah 3 jam nahkoda kapal beserta ABK berusaha untuk mengembalikan kapal tersebut ke laut tetapi tidak membuahkan hasil.
Kemudian Nahkoda kapal meminta bantuan untuk menarik kembali kapalnya ke tengah. Sampai saat ini masih menunggu pemilik kapal compreng lainnya untuk menarik kapal Medi Jaya.

Ditempat terpisah, Komandan Pos TNI Angkatan Laut Pangandaran, Pelda Dayat Sudrajat mengatakan, terdamparnya kapal Medi Jaya akibat anomali cuaca, sehingga berpengaruh kepada gelombang laut dan angin kencang.

“Kami menghimbau kepada para nelayan untuk waspada dan sebelum pergi melaut untuk mengecek prakiraan cuaca melalui BMKG. Begitu pula yang sedang lego jangkar di perairan Pangandaran agar wapada dengan jangkar dikhawatirkan jangkar putus atau larut,” ujarnya. (Agus Kusnadi)***

Komentari