Acep Adang, Haris Sanjaya dan Oleh Digadang Maju Z1

SINGAPARNA, (KAPOL).- Meski terbilang masih lama gelaran Pilkada Kabupaten Tasikmalaya, yakni September 2020, tetapi konstalasi politik jelang hajat rakyat Kabupaten Tasikmalaya mulai menggeliat.

Sejumlah nama pun sudah muncul ke permukaan, baik obrolan elit politik hingga di warung kopi.

Sebutnya saja di partai Gerindra sebagai peraih kursi terbanyak di Kabupaten Tasikmalaya, sudah muncul nama Subarna yang saat ini menjabat anggota DPR RI dan Cecep Ruhimat yang menjabat Ketua DPC Gerindra Kab. Tasikmalaya.

Bahkan, di kubu PKB pun demikian. Setidaknya ada tiga nama muncul kencang ke permukaan.

Mereka diantaranya, Acep Adang (anggota DPR RI), Haris Sanjaya (Ketua DPC PKB) dan Oleh Soleh (Anggota DPRD Provinsi Jabar).

Ditambah, satu lagi disebut-sebut cukup potensial yakni Ketua PC NU Kab. Tasik Atam Rustam.

“Ya, baik di internal PKB hingga di warung kopi, beliau-beliau sudah terdengar nyaring disebut-sebut figur ideal dari PKB,”ucap Wakil Ketua 1 Bidang Organisasi dan Struktur DPC PKB kabupaten Tasikmalaya Usman Kusmana, Jumat (14/6/2019) kepada “KAPOL” membenarkan figur-figur tersebut.

Disinggung kans mereka, Usman menilai semuanya berpotensi. Acep Adang ucap Usman punya basis dan jejaring pesantren, NU dan menjabat di DPR RI.

Haris Sanjaya pun cukup kuat di struktur partai, kader dan simpatisan bahkan sukses mengantarkan PKB di puncak keemasan setelah sebelumnya hanya dua kursi suara di Kabupaten Tasik.

Sedangkan Oleh Soleh punya kans sebagai anggota DPRD Provinsi Jabar dan kuat di selatan.

Tetapi kalau melihat grade-nya, saya pribadi menilai Pak Haji Acep Adang tertinggi, berikutnya Pak Haris berikutnya Pak Oleh Soleh.

Tetapi politik itu cair dan dinamis, kita lihat perkembangan selanjutnya,”ucap dia.

Disinggung bidikan Z1 atau Z2, Usman menegaskan, dengan raihan suara yang sangat siginifikan di Kabupaten Tasik, PKB harus percaya diri membidik Z1 alias Bupati.

Apalagi, PKB saat ini sedang berada di masa keemasan dan mempunyai figur dan ketokohan yang mengakar hingga ke akar rumput.

Namun, sayangnya ucap dia, meski di struktur DPC memiliki segudang potensi, baik dari suara, popularitas hingga elektabilitas, tetapi tetap keputusan ada di rekomendasi DPP.

“Endingnya nanti di DPP, siapa dicalonkan dan posisinya apa. Termasuk koalisi dengan siapa. Tetapi menurut analisa saya, jika selama 20 tahun hijau muda (PPP) mendominasi kekuatan politik pemerintahan, kini petanya mulai bergeser. Kekuatan hijau tua (PKB) mulai stabil bahkan melejit. Dengan raihan 8 kursi di DPRD dan mendulang 140 ribu suara disaat parpol lain turun, atau partai apapun yang berkoalisi dengan PKB sangat berpontensi manggung menjadi kekuatan politik di pemerintahan. Ya, kita lihat saja nanti perkembangannya seperti apa,” ucapnya beranalisa. (Teguh Arifianto)***

Diskusikan di Facebook
Baca juga ...