Agun Gunandjar Sudarsa, Manaqib Gelorakan Peradaban Dunia

BANJAR, (KAPOL).- Ratusan umat muslim Banjar dan sekitarnya,Sabtu (13/4/2019) mengikuti Manaqib Syaikh Abdul Qodir Jaelani Q.S bersama Syaikh Muhammad Abdul Gaos Saefulloh Maslul (Abah Aos) dan Agun Gunandjar Sudarsa di Agun Center Jalan Mayjen Lili Kusumah, Kelurahan Hegarsari, Kec Pataruman.

Acara tersebut, digelar dalam rangka merayakan lima kemenangan. Yakni, Maulid Nabi Muhammad SAW, Ketahanan nasional NKRI, Kejayaan Agama dan negara serta Peradaban dunia.

Demikian dikatakan anggota DPR RI, Agun Gunandjar Sudarsa kepada “KAPOL”, seusai acara manaqib.

Menurut Agun, acara manaqib seperti ini rutin digelarnya dan berpindah-pindah tempat. Untuk saat ini dilaksanakan di Kota Banjar.

“Ini (manaqib) merupakan doa agar memperoleh limpahan kebaikan dari Allah SWT,” ucap Kang Agun, nama akrabnya.

Menurut dia, agama dan negara tak bisa dipisahkan dalam kehidupan sehari-hari.

Hal itu, tertulis secara jelas dan tegas dalam Pancasila, sila pertama, “Ketuhanan Yang Maha Esa”.

Selain itu, tercantum pada UUD 1945, menyebutkan, “Atas berkat rakhmat Allah Yang Maha Kuasa”. Kenyataan itu, harus diyakini oleh semua. Bahwa, negara dan agama tak bisa dipisahkan.

Terkait semboyan bangsa Indonesia pada lambang negara Indonesia, Garuda Pancasila “Bhineka Tunggal Ika”, mempunyai arti ” berbeda-beda tetapi tetap satu”, dikatakan Agun, itu sebagai bagian peradaban dunia.

“Berbeda-beda negara, suku, agama, tetap satu. Yaitu, Sang Pencipta. Allah SWT. Jika semua bangsa dan masyarakat mampu memaknai isi Bhineka Tunggal Ika, dipastikan aman dan tidak ada yang saling menjelekan. Saya prihatin juga, atas kenyataan yang terjadi selama ini, masih satu agama tetapi masih suka menjelekan yang lainnya,” ujar Agun.

Berdasarkan pantaun, Manaqib yang digelar Agun Gunadjar Sudarsa ini, dihadiri Hj. Ade Uu Sukaesih, Dadang R Kalyuni, H.Herman Sutrisno, H. Engkon Komara, Anjar Asmara, para tokoh agama, tokoh masyarakat serta masyarakat Banjar dan sekitarnya. (D.Iwan)***