Akhmad Juhana, Gerakan PGRI Tidak Lagi Dengan Emosi dan Acungan Kepalan Tangan

PANGANDARAAN, (KAPOL).- Perjuangan yang dilakukan PGRI baik di tingkat Pusat dan daerah tidak lagi mengandalkan emosional dan acungan kepalan tangan. Namun PGRI saat ini bergerak dengan cara yang luwes tetapi target harus bisa dicapai.

“Kita PGRI beegerak dengan keikhlasan dan keteguhan hati serta kejernihan berfikir bagaimana target PGRI bisa tercapai. Gerakan PGRI tidak lagi dengan emosi dan acungan kepalan tangan,” kata Ketua PGRI Kabupaten Tasikmalaya, H Akhmad Juhana pada pembukaan Konferensi Kabupaten IV dan Rapat Koordinasi Pimpinan Kabupaten Tasikmalaya di Hotel Bumi Nusantara Pangandaraan Jumat (7/12/2018).

Kegiatan yang dibuka secara langsung oleh Ketua PGRI Jawa Barat H Edi Permadi itu dihadiri ratusan pengurus PGRI baik di tingkat Cabang atau pun tingkat Ranting. Bupati Tasikmalaya, H Ade Sugianto juga dipastikan hadir bertemu dengan para pengurus PGRI pada malam hari. Hadir pula dari pihak Kejaksaan Negeri Singaparna untuk memberikan materi khusus.

Kata dia banyak agenda yang harus dicapai oleh PGRI salah satunya memperjuangkan guru sukwan dan guru honorer yang selama ini terus diupayakan. Langkah dalam memperjuangkan guru sukwan dan honorer untuk mendapatkan haknya sudah mulai menemukan titik terang dengan keluarnya Peraturan Pemerintah Nomor 49 Tahun 2018 tentang Manajemen Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K).

Gerakan PGRI yang dilakukan saat ini adalah penguatan soliditas dan membangun sinergitas di semua tingkatan untuk kemajuan organisasi. Sadar atau tidak, PGRI sebagai organisasi guru merupakan organisasi yang punya pengaruh terhadap sosial kemasyarakatan dan juga berpengaruh terdapat dunia politik.

“Makanya melalui Konkerkab dan Rakorpimkab ini kita PGRI akan mengeluarkan keputusan bagaimana PGRI bisa ikut membangun kepedulian terhadap demokrasi. PGRI harus menjadi kekuatan politik yang harus dibangun secara strategis agar PGRI semakin maju,” katanya.

Akhmad juga menjelaskan guru yang ada di naungan PGRI harus menjadi penggerak menuju Indonesia cerdas berkarakter dalam revolusi industri 4.0 sekarang ini atau dikenal dengan industri gajet. Guru kata dia harus mampu menguasai teknologi informasi agar menghasilkan generasi yang berkualitas.

Sementara itu, Ketua PGRI Jawa Barat, H Edi Permadi mengatakan para guru harus mampu menguasai kemajuan industri teknologi informasi saat ini agar tidak jauh tertinggal oleh generasi Milenial saat ini.

Era industri terus mengalami kemajuan yang diawali dengan era industri pertama ditemukan mesin uap, kemudian muncul teknologi transportasi di era industri kedua. Era industri ketiga ditandai dengan adanya teknologi robot dan penjelajahan luar angkasa.

“Dan sekarang era industri 4.0 yaitu industri gadget. Para guru harus mampu menguasai nya karena bagian tidak terpisahkan dari dunia pendidikan,” katanya. (Abdul Latif)***

Komentari