Alquran Harus Jadi Perioritas Pembelajaran

TASIKMALAYA, (KAPOL).- Komitmen Pondok Pesantren Tahfidul Quran (PPTQ) Al-Huda Tasikmalaya untuk meretas asa dalam mencetak generasi hebat bukan sembarangan.

Lembaga pendidikan agama Islam yang terletak di Jalan Leuwianyar, Kelurahan Sukamanah, Kecamatan Cipedes Kota Tasikmalaya itu menjadikan Alquran sebagai prioritas pembelajaran.

Menurut Wakil Direktur Bagian Pengembangan dan SDM PPTQ Al Huda, Fida Al-Muttaqin, hal itu menjadi komitmen bersama mulai Yayasan, pengelola serta seluruh civitas akademika pesantren itu.

Karena pihaknya merasa perlu meniru dan mengikuti kiprah generasi hebat Islam terdahulu.

“Generasi hebat terdahulu semuanya menjadikan Alquran sebagai prioritas pembelajaran. Sebab Alquran merupakan pembuka ilmu dan dan kami berharap bisa jadi pedoman utama semua umat muslim,” kata Fida.

Meski demikian, PPTQ Al huda juga mengajarkan sekitar 14 mata pelajaran umum yang sesuai dengan kurikulum nasional.

Dalam hal pencapaian target tahfidz 30 juz dalam tiga tahun, Fida tak menampik jika semua alumni tidak seratus persen mampu mencapainya.

Hal itu terkait bakat kecerdasan dan keseriusan para santri itu sendiri. Hanya saja, dari tiga angkatan yang sudah lulus, mereka minimal tahfidz rata-rata 15 juz.

“Tentu ada beberapa lulusan yang bisa tahfiz 30 juz. Malah beberapa diantaranya sempat meraih penghargaan dalam berbagai lomba,” ujarnya.

Selain datang dari Tasikmalaya, santri yang menimba ilmu di ponpes yang dirintis Ustaz Asep Saefudin S.Pdi, H Endun, H Anhar dan Ustaz Cecep Iwan Ridwan enam tahun silam itu datang dari berbagai penjuru tanah air.

Dari sekitar 24 sampai 26 santri di setiap kelas, sekitar 25 persen berasal dari Tasikmalaya. Sementara sisanya berasal dari wilayah Jabodetabek, Bandung, Lampung, Aceh, Kalimantan, Sulawesi, NTB dan sejumlah daerah lain.

Mereka datang dan menimba ilmu di PPTQ Al Huda, salah satunya karena setiap alumni kerapkali melakukan dakwah lapangan.

Dari kegiatan itu, banyak orangtua di berbagai daerah yang kemudian menitipkan anaknya untuk belajar di ponpes itu.

“Banyak orangtua yang menyekolahkan anaknya karena terdorong keinginan meraih fadilah. Ketika anaknya punya ahlak soleh, maka fadilah akan mengalir selamanya untuk orangtuanya,” katanya.

Fida yakin, pemahaman seseorang terhadap Alquran akan memacu siapapun untuk mengimplementasikan ayat-ayat yang terkandung dalam Alquran dalam kehidupan sehari-hari. (Irman S)***

Komentari