Altet Balap Sepeda Nasional, Yoris Sahara Merasa Tak Diperhatikan Pemerintah

BANJAR, (KAPOL).- Yoris Sahara (21), atlet balap sepeda nasional dan dunia ini, asli warga Lingkungan Parungsari, Rt 06/02, Kelurahan Karangpanimbal, Kec Purwaharja, Kota Banjar.

Kendati sudah berhasil meraih berbagai penghargaan atas kejuaraan balap sepeda dan mengharumkan Kota Banjar, baik tingkat regional, nasional maupun dunia selama ini, dia merasa masih kurang diperhatikan pemerintah selama ini.

“Jangankan meraih bonus. Saat Porda Jabar 2018 lalu, justru saya sendiri yang harus beli sepatu dan mendatangkan mekanik profesional. Kemudian, jika harus jujur, saat membawa Kota Banjar dieven itu saya nombok uang, menggunakan uang sendiri,” tutur Yoris, disela-sela acara latihan balap sepeda sekitar rumahnya, Jumat (4/1/2018).

Lebih lanjut dia menegaskan, pada Porda Jabar 2018, dirinya diharuskan meraih juara kedua.

Hal itu berdasarkan hasil perhitungan waktu yang biasa dipergunakan miliknya, saat even nasional. Kenyataannya itu hanya menjadi juara ketiga saja.

“Walaupun pada Porda Jabar 2018 hanya diperingkat ketiga, saat ini
saya memiliki poin terbesar tingkat nasional dan berpeluang maju balapan di tingkat dunia di Australia sekitar November 2019. Doakan saja,” kata Yoris.

Dijelaskan dia, peserta balap sepeda di Australia yang masuk nominasi mendatang itu, menjadi penentu atau syarat ikutan balap sepeda dunia kedepannya.

Bersamaan itu, dikatakan dia, tahun 2019 ini dirinya sudah dijadwalkan mengikuti latihan babak kualifikasi dunia, di Malayasia, Nepal dan Filipina.

“Jika dihitung per tahun, rata-rata selama ini saya ikut balapan kejuaraan nasional dan regional sekitar 20 balapan. Untuk itu, saat saya terus meningkatkan latihan, dengan memanpaatkan lahan Perhutani yang ada dekat rumah selama ini,” ucap Yoris.

Proses pengerjaan sirkuit pun, diakui dia, dilakukan sendiri bersama ayah dan warga sekitar.

“Miris juga atas kenyataan yang dialami sekarang ini. Namun, saya selalu berupaya mengambil hikmah. Ini semua demi membahagiakan orang tua,” ucap anak bungsu dari tiga bersaudara yang dilahirkan 28 Oktober 1996.

Terkait prestasi yang sudah diraihnya selama ini, diakui dia, dirinya selalu memotivasi generasi muda di Banjar, berlatih yang serius.

Karena, berprestasi di bidang olah raga itu mempunyai masa depan yang cerah.

“Bercermin kenyataan yang dialaminya sekarang ini, boleh dikatakan sebagai kejadian luar biasa saja, berbeda dengan daerah lain,” katanya, sambil berseloroh.

Menurut dia, dirinya menekuni balap sepeda sejak berusia 10 tahun, mulai BMX, sepeda gunung dan mengikuti kejuaraan nasional tahun 2013 di Yogyakarta.

“Alhamdullilah, masuk juara di Yogya. Penghargaan itu menjadi motivasi, melangkah balap sepeda dunia sampai sekarang ini,” ujar Yoris. (D.Iwan)***

Diskusikan di Facebook
Baca juga ...