Andre : Kades Baru Diminta Berbaur, Tak Mungkin Bekerja Sendiri

SUMEDANG, (KAPOL).- Sebanyak 93 kepala desa terpilih pada pemilihan kades belum lama ini, diharapkan mampu menjalankan roda pemerintahan desa (Pemdes) dengan baik.

Bahkan, ikut mendukung program-program pemerintah yang juga bersinergi dengan semua komponen desa, masyarakat dan pemerintahan.

Disampaikan, Ketua Apdesi Kab. Sumedang, Andre Yansyah Muhtar, S.E.

“Dibutuhkan keseriusan dalam mengelola pemerintahan desa, mengingat anggaran yang digelontorkan dari pemerintah pun cukup besar,” tuturnya seraya mengatakan pelantikan kades terpilih pada 5 Desember 2018.

Ia berharap agar para kepala desa tidak ada yang terlibat dengan masalah hukum termasuk narkoba.

“Upaya mengoptolimalkan kiprah kepala desa yang awan dalam mengelola pemerintahan desa, maka Dinas PMD Sumedang pun melaksanakan pelatihan kepemimpinan di Pusdikmin Polri,” katanya.

Menurut Andre, kendati pelatihan digelar dalam waktu yang singkat, namun diharapkan bisa membuat mereka jadi pemimpin yang berkualitas.

“Saya mengapresiasi kegiatan itu, karena cukup penting, terlebih mereka awam dalam mengurus pemerintahan desa,” ucapnya.

Dikatakan mereka harus bisa bersinergi dengan perangkat desanya masing-masing, karena masih terbilang baru.

“Sinergi antara kepala desa baru dengat aparatur desa, bisa membantu dalam melaksanakan kinerja kepala desa. Untuk kades baru, agar bisa belajar dari aparat desa,” ujarnya.

Kadang-kadang ada kades yang enggan belajar ke aparaturnya hanya karena gengsi.

Berkaca dari itu, aparat desa agar memberikan masukan yang sudah dilaksanakan kepada kepala desa terdahulu.

Bahkan kades baru harus bisa melanjutkan keterlibatan dengan Apdesi sebagai organisasi atau wadah kepala desa.

“Harus berbaur di Apdesi, karena bisa berkumpul dan memberikan masukan berkaitan dengan program-program desa. Baik itu maslah tunjangan, siltap, bagaimana regulasi yang dilaksanakan dalam alakosi dana desa maupun dana desa,” ucapnya.

Kades baru, kata dia, agar bisa bersinergi dengan Apdesi dan mau berkumpul karena tidak mungkin akan bekerja sendiri-sendiri.

“Apdesi sebagai organisasi yang menyatukan persepsi kades untuk disampaikan ke pemerintahan kabupaten, DPRD dan bupati,” ujarnya.

Apdesi hanya jadi gerbong untuk menyalurkan aspirasi kepada pemerintah kaitan dengan regulasi yang akan dibangun pemerintahan desa dan pemerintah.

Program Apdesi kedepan, maka akan roadshow ke setiap desa, karena kebetulan beberapa Apdesi ditiap desa habis masa jabatannya.

“Kita akan memperbaharui dan mengangkat kepengurusan baru dan akan ada ada pelantikan secara bersama-sama. Intinya Apdesi setelah dilakukan pelantikan akan diadakan roadshow kaitan tentang kinerja kepala desa yang baru dan akan mengandalkan Muscam kaitan dengan kepengurusan,” ucapnya.

Banyak kepengurusan Apdesi yang habis masa jabatannya dan kedepan kepala desa baru ada marwah yang betul-betul menjaga ADD dan DD dengan baik.

Dikatakan, Apdesi diharapkan menjadi organisasi yang dapat menyatukan aspirasi.

“Kami tekankan kepada para kepala desa baru, agar bekerja dengan baik, berkolaborasi dengan BPD, LPM dan lembaga desa lainnya,” tutur Andre.

Bahkan, ikut membantu dan mendorong program pemerintah tentang program Sumedang Simpati. (Azis Abdullah)***

Komentari