Anggota DPR RI Prihatin Ada Aktivitas Gay di Garut

GARUT, (KAPOL).- Anggota DPR RI dari Fraksi Partai Nasional Demokrat (NasDem) Mayjen TNI (Purn) Supiadin Aries Saputra, merasa prihatin di Garut muncul aktivitas kaum gay atau lelaki seks lelaki (LSL).

Ia menilai, fenomena tersebut dampak penggunaan teknologi yang tidak terkendali seharusnya teknologi informasi itu digunakan untuk memberikan informasi yang positif kepada masyarakat.

Tapi ternyata ditengah masyarakat sendiri ada yang memamfaatkan perkembangan informasi di media sosial itu justru menghancurkan generasi muda.

“Jadi mereka negara negara pihak diluar yang tidak suka dengan masa depan bangsa ini, dan tidak suka bangsa indonesia menjadi besar lalu mereka serang kita bukan dengan tentara, bukan dengan pesawat tempur, tetapi mereka serang lewat informasi di media sosial,” kata Aries seusai menghadiri HUT PEPABRI ke-59 di Pendopo Garut. Rabu (10/10/2018).

Ia menuturkan, di media sosial (medsos) itu Justru untuk menghancurkan generasi muda. Dan ini dampak dari sebuah grand strategi yang disebut dengan asimetrik warfare dimana ujung tombaknya adalah proxy war proxy.

“War itu artinya perang, proxy itu boneka. Jadi mereka negara-negara pihak diluar kita yang tidak suka dengan masa depan bangsa ini tidak suka dengan Indonesia menjadi besar menyerangnya dengan itu,” ujarnya.

Serangan tersebut, lanjut dia, bukan dengan tentara bukan dengan pesawat tempur, namun mereka menyerang lewat informasi.

“Masih ingat kan, tahun lalu juga ada kaum LGBT inginorganisasinya diformalkan di indonesia. Jadi hal inipun tidak menutup kemungkinan mereka bermain dengan generasi muda,” ucapnya.

Supiadin mengatakan, mengapa mereka menyerang lewat informasi, karena saat ini hampir 80 juta generasi milenial pengguna aktif media sosial.

Oleh karena itu, mereka serang moral generasi muda yang masih labil, belum mapan, yang moral agamanya masih lemah, masih rendah.

“Nah, ini yang dimanfaatkan dengan menampilkan video film-film yang seronok, informasi yang tidak benar (hoax) baik tentang terorisme, tentang radikalisme, tentang LGBT, dan tentang informasi lainnya,” tegasnya.

Atas dasar itu, ia berharap pemerintah daerah, masyarakat, dan penggiat lainnya termasuk insan media, baik media online, cetak, elektronik, dan media media mainstream itu harus bersatu padu menangkal dan memerangi informasi yang tak baik itu.

“Bahkan dalam waktu dekat ini saya akan pasang ratusan spanduk yang isinya adalah Mari kita selamatkan generasi muda pelajar dari ancaman kehancuran akibat narkoba dan LGBT,” ujar Supiadin Aries Saputra, anggota DPR RI Komisi 1 Dapil Jabar XI. (Dindin Herdiana)***

Komentari