Anggota DPRD Jabar Kaget, Jalan di Tasik Selatan Rusak Parah

CIPATUJAH, (KAPOL).-Anggota Komisi 4 DPRD Provinsi Jawa Barat, H. Yod Mintaraga melakukan kunjungan ke Desa Pameutingan, Kecamatan Cipatujah, Kabupaten Tasikmalaya, Minggu (15/4/2018).

Kunjungannya untuk menghadiri acara pengajian dan pertemuan bersama masyarakat di desa tersebut.

Begitu sampai di lokasi, H. Yod yang juga sebagai Ketua Fraksi Golkar tersebut kaget melihat jalan utama sejumlah desa di Kecamatan Cipatujah dalam kondisi rusak berat.

Sehingga bagi siapapun yang melintas harus berhati-hati. Parahnya lagi, warga melaporkan jalan tersebut aama sekali belum pernah tersentuh aspal. Jalan masih berbentuk bebatuan dan tanah, jika hujan sangat licin.

“Nyaris tak percaya, kondisi jalannya sangat memprihatinkan. Kondisinya sangat rusak parah. Anehnya, sama sekali belum pernah tersentuh pembangunan. Pantas jika disebut sebagai desa tertinggal,” ucapnya.

Terkait dengan kondisi tersebut, H. Yod menyatakan pihaknya akan berupaya untuk membantu Pemkab Tasikmalaya untuk menuntaskan pembangunan jalan dan penanganan kemiskinan dengan meminta pihak Pemprov Jawa Barat untuk memprioritaskan bantuan perbaikan jalan atau pembangunan infrastruktur lainnya.

Dia juga meminta dukungan dari Komisi 4 DPRD Provinsi Jawa Barat untuk menangani kerusakan infrastruktur yang dinilai mendesak dilakukan. Karena kerusakan infrastruktur itu membawa dampak yang cukup besar bagi masyarakat, bahkan mengancam keselamatan.

Meski demikian, pembangunannya tidak akan disekaliguskan namun dilakukan secara bertahap disesuaikan dengan kemampuan anggarannya.

“Kami akan berupaya pada 2019 mendatang, jalan tersebut akan dibangun. Namun tentunya, jika panjang jalan 8 kilo meter tidak bisa seluruhnya, melainkan dilakukan secara bertahap,” ungkapnya.

Kepala Desa Pameutingan, Undang Nasihin mengakui kerusakan jalan di desanya membuat aktivitas warga menjadi terganggu. Apalagi kerusakan jalan sudah terjadi belasan tahun.

Anak sekolah, petani dan masyarakat yang hendak beraktivitas terganggu akibat kesulitan melintas di jalan rusak yang penuh batu karang. Jalan berubah menjadi tumpukan batu. Jalan yang rusak sepanjang 8 kilo meter, aktivitas warga desa menjadi terganggu. Kendaraan yang melintas harus ekstra berhati-hati, karena bila tidak bisa kecelakaan, ungkapnya.

Sementara itu, warga yang mengetahui jalan di desanya akan dibangun bersorak. Setelah sudah belasan tahun menanti pembangunan jalan yang ada di desanya. Kini warga begitu senang. Pasalnya, jalan di desanya yang kondisinya rusak parah dan tidak pernah dibangun, kini akan diupayan diperbaiki oleh wakilnya di Provinsi.

Warga sudah sering mengusulkan, namun tak pernah terealisasi. Bahkan, Bupati Tasikmalaya pun tak pernah menginjakan kakinya ke Desa Pameutingan. Pernah sekali, namun saat belum menjadi bupati.

Padahal, jalan tersebut sangat penting bagi masyarakat untuk mengangkut hasil komoditi masyarakat maupun untuk trasportasi lainnya. Warga sangat mendambakan jalan di desanya yang menghubungkan sejumlah desa bisa dibangun, karena selama ini rusak parah, dan sulit bagi penduduk setempat untuk melintas. (Ema Rohima)***

Komentari