Anggota DPRD Kab Tasik, Kesal Dengan Layanan Jamkesda

 

SINGAPARNA, (KAPOL).-Anggota DPRD Kabupaten Tasikmalaya, Muhammad Hakim Zaman merasa kesal dengan pelayanan Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya yang telah menghapus layanan Jaminan Kesehatan Daerah (Jamkesda) bagi masyarakat tidak mampu. Pasalnya, pasca dihapusnya layanan tersebut pemerintah belum mengintegrasikan ke BPJS Kesehatan.

Akibatnya, masyarakat yang hendak mendapatkan pelayanan kesehatan harus masuk kategori pasien umum dan bayar sendiri. Padahal, tidak sedikit diantara masyarakat tersebut merupakan tidak mampu.

“Saya kedatangan masyarakat dan mengadu terkait fasilitas Jamkesda yang ditolak pihak rumah sakit. Sehingga harus berobat dengan kelas pasien umum,” kata Hakim kepada “KAPOL” Selasa (1/2/2019).

Menurutnya, setelah mendapatkan pengaduan tersebut, berkomunikasi dengan kolega yang sama-sama di DPRD Kabupaten Tasikmalaya di Komisi 4. Namun ternyata, dari keterangannya sebenarnya layanan Jamkesda sudah dialihkan ke BPJS tanggungan pemerintah. Namun sampai sejauh ini, ternyata program tersebut belum dijalankan oleh pihak eksekutif. Sehingga disaat ada masyarakat kurang mampu yang mendapatkan layanan kesehatan menggunakan Jamkesda ditolak dan harus bayar dengan status sebagai pasien umum.

Karuan saja warga kurang mampu yang berobat tersebut menangis histeris karena tidak mempunyai uang untuk membayar biaya tersebut. Dengan isak tangis, warga kurang mampu tersebut datang ke Muhammad Hakim Zaman sebagai anggota DPRD Kabupaten Tasikmalaya untuk meminta pertolongan.

“Ini sangat disesalkan, karena seharusnya Pemlab Tasikmalaya sudah mengintehrasikan Jamkeada ke BPJS. Sehingga layanan kesehatan gratis masih tetap berjalan dengan BPJS tanggungan pemerintah,” tuturnya.

Dikatakan dia, seharusnya pihak rumah aakit juga menjelaskan dan memberikan arahan agar masyarakat mengerti. Kalau pun masuk pasien umum, seharusnya diberitahukan dari sebelumnya, ungkapnya.

Sementara itu, Ketua Komisi 4 DPRD Kabupaten Tasikmalaya, H. Ami Fahmi saat dihubungi belum memberikan keterangan. (Ema Rohima)***