Antisipasi Banjir, Warga Bersihkan Sungai

TARKI, (KAPOL).-Memasuki musim hujan, ancaman bencana banjir mengintai sejumlah daerah di Kabupaten Garut. Salah satu daerah yang rawan dilanda bencana banjir di antaranya kawasan Desa Tarogong, Kecamatan Tarogong Kidul.

Tak mau kecolongan, Pemerintah Desa Tarogong bersama warga dengan sigap melakukan upaya penvegahan. Salah satunya dengan melaksanakan kegiata normalisasi sungai yang ada di wilayah Desa Tarogong.

Kepala Desa Tarogong, Deni Nugraha, menyebutkan kegiatan tersebut sebagai upaya pencegahan banjir yang disebabkan meluapnya air dari sungai. Selama ini sejumlah titik di Desa Tarogong memang masuk rawan bencana banjir dan beberapa kali bencana banjir melanda titik-titik tersebut.

“Ada beberapa titik yang masuk daerah rawan dan memang beberapa kali sempat terendam banjir di saat musim hujan melanda. Di daerah kami memang ada beberapa sungai yang melintasi pemukiman warga,” ujar Deni saat ditemui di sela kegiatan normalisasi sungai, Minggu (11/11/2018l).

Dikatakannya, selain debit air dari kawasan hulu sungai yang meningkat, banjir juga dikarenakan masih adanya warga yang suka membuang sampah ke sungai. Hal ini memperparah luapan air karena terjadi penyumbatan di sungai.

Melalui kegiatan normalisasi sungai ini, Deni berharap ancaman bencana banjir di daerahnya bisa dicegah atau paling tidak diminimalisir. Ia pun mengimbau warga agar tidak membuang sampah sembarangan termasuk ke sungai.

“Kegiatan ini melibatkan warga masyarakat sebanyak 300 orang yang berasal dari 10 RW yang ada di Desa Tarogong. Tak hanya itu, ada juga bantuan anggota polisi dari jajaran Polsek Tarogong Kidul serta anggota TNI dari Koramil Tarogong yang ikut membersihkan sungai,” katanya.

Kegiatan tersebut juga dihadiri langsung Camat Tarogong Kidul, Lilis Neti, Kapolsek Tarogong Kidul, Kompol Hermansyah, serta Danramil Tarogong, Kapten Jaja.

Camat Tarogong Kidul, Lilis Neti menyampaikan apresiasi atas inisiatif Pemerintahan Desa Tarogong yang telah menggelar kegiatan normalisasi sungai. Menurutnya ini merupakan langkah nyata untuk mengantisipasi ancaman bencana banjir yang selama ini memang cukup sering terjadi di daerahnya.

“Ini sebuah kegiatan yang sangat positif dan perlu mendapat dukungan. Dengan kegiatan normalisansi sungai, diharapkan bisa mencegah atau setidaknya meminimalisasi ancaman banjir,” komentar Lilis.

Diungkapkan Lilis, di wilayah Kecamatan Tarogong Kidul termasuk wilayah Desa Tarogong memang terdapat sejumlah titik rawan banjir. Hal ini dikarenakan keberadaan sejumlah sungai yang melintasi permukiman termasuk sungai terbesar di Kabupaten Garut, Sungai Cimanuk.(Aep Hendy S)***

Komentari