Apel Siaga Bencana Digelar, Banjar Alokasikan Anggaran Terdampak Bencana Alam Rp 500 Juta

BANJAR, (KAPOL).- Bencana alam selalu datang tak diprediksi. Kondisi cuaca ektrim dan meningkatnya curah hujan belakangan ini, potensi kemungkinan adanya bencana kian terbuka lebar.

Mengantisipasi kemungkinan terburuk terdampak bencana alam di Kota Banjar, Pemkot Banjar sudah mengalokasikan anggaran sebesar Rp 500 juta dari APBD Kota Banjar tahun 2018.

Menurut Wali Kota Banjar, Hj. Ade Uu Sukaesih, seusai menghadiri “Apel Siaga Bencana dan Simulasi Penanggulangan Bencana Alam tahun 2018” di sekitar Sungai Citanduy dekat Bendungan Dobo Pataruman, Jumat (16/11/2018), jika alokasi anggaran bencana setahun yang berjumlah Rp 500 juta itu masih kurang, dipastikan ditambah lagi nantinya.

“Berapa pun kebutuhan anggaran untuk terdampak bencana, jika situasi darurat dipastikan bisa diupayakan untuk ditambah lagi ,” ujar Hj. Ade Uu Sukaesih didampingi Kepala Pelaksana BPBD Kota Banjar, Yayan Herdiaman dan Kapolres Banjar, AKBP Matrius.

Lebih lanjut Hj. Ade mengatakan, kendati setiap tahun dialokasikan anggaran untuk kebencanaan, diharapkan dia, di wilayah Kota Banjar atau lebih luasnya di Indonesia selalu terhindar dari aneka bencana.

“Melalui simulasi penanggulangan bencana ini, diharapkan semua stakholder bersiaga mengantisipasi aneka kemungkinan bencana di masa mendatang. Seperti tadi, disimulasikan menolong korban tenggelam dan dicari solusi jalan alternatif jika ada jembatan putus,” ujarnya.

Kapolres Kota Banjar, AKBP Matrius, mengantisipasi kemungkinan bencana alam, diharuskan alam itu dibaca.

“Dibaca potensi yang membahayakan keselamatan. Saatnya diantisipasi sejak dini. Misal, potensi bencana longsor di Cipadung Kec Purwaharja dan banjir di Balokang Kec Banjar,” ucapnya.

Lebih lanjut dia menegaskan, penanggulangan bencana itu mesti memperhatikan “5 M”.

Yaitu, Man, Methoda, Matrial, Money dan Market. Menurutnya, semua ” M ” itu mesi terkondisikan dengan baik dan berkesinambungan.

“Jelas, untuk anggaran yang bertanggungjawabnya adalah pemerintah. Terkait market, bukan berarti dipasarkan. Namun, market ini berkaitan dengan publikasi. Jangan sampai kenyataan terdampak korban bencana, terpublikasikan salah dan menjadi hoax, nantinya,” katanya.

Simulasi penenggulangan bencana alam tadi, dijelaskan dia, bertujuan mengasah kemampuan personil gabungan instansi untuk penanganan bencana alam di wilayah hukum Polres Banjar.

Dimulai adegan seolah-olah jembatan dobo putus, warga yang berada di seberang sungai Citanduy Desa Karangpanimbal Kec. Purwaharja Kota Banjar terisolir.

Menyusul kondisi itu, Tim Reaksi Cepat (TRC) Kota Banjar, mengevakuasi korban dengan menggunakan perahu karet, oleh Tim gabungan unsur TNI, Polri dan BPBD kota Banjar, satu per satu korban terdampak banjir mendapat penanganan dari tim kesehatan.

Adegan selanjutnya, menceritakan ada 3 orang tenggelam. TRC kembali bertugas mencari korban dan berhasil menemukan seluruh korban.

Saat itu, kondisi korban diketahui 2 orang meninggal dunia dan 1 orang selamat. Selanjutnya, dibawa ke RSUD Kota Banjar.

Acara simulasi penanggulangan bencana ini, Polres Banjar melibatkan unsur TNI Kodim 0613 Ciamis, Batayon Raider 323 BP, Subdenpom Kota Banjar, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Banjar, PMI Kota Banjar, Dinas Kesehatan Kota Banjar, Dinas Perhubungan, Sat Pol PP Kota Banjar, RAPI dan ORARI. (D.Iwan)***

Komentari