APK Ditertibkan, Didukung Sopir dan Penumpang Angkot

BANJAR, (KAPOL).- Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Banjar bersama Polri, TNI, Satpol PP dan Dinas Perhubungan Kota Banjar berhasil menertibkan puluhan Alat Peraga Kampanye (APK) Pemilu 2019 yang dipasang di angkutan umum, Kamis (6/12/2018).

Aksi penertiban ini dipusatkan di sekitar Terminal Kota Banjar dan Pasar Banjar.

Sebelum turun “nyebeten” stiker kampanye caleg dan capres yang ditempel itu, Bawaslu menggelar apel gabungan penertiban APK di halaman Kantor Bawaslu Kota Banjar, sekitar Kantor Kecamatan Purwaharja.

Pada kesempatan itu, hadir Wakil Wali KOta Banjar, Nana Suryana, Komisioner KPU Banjar, Asep Saparudin dan Plt Kepala Dinas Perhubungan Kota Banjar, Edi Herdianto.

Wakil Wali Kota Banjar, Nana Suryana, berpesan, penertiban APK Pemilu 2019 secara tertib. Diharuskan izin dan memberikan pemberitahuan dahulu ke parpol.

“Aturan harus ditegakan. Jangan sampai penertiban APK itu menimbulkan permasalahan. Kami berkeyakinan penertiban APK Pemilu 2019 di Kota Banjar berlangsung aman, karena semuanya menyukai perdamaian,” tutur Nana.

Ketua Bawaslu Kota Banjar, Irfan Saeful Rohman, menyatakan, surat pemberitahun rencana penertiban APK itu dilayangkan ke peserta Pemilu 2019, sejak Jumat lalu.

“Pemasangan APK diangkutan umum itu membahayakan penumpang. Karena, penumpang yang didalam tak kelihatan dari luar. Selain itu, pemasangan poster di mobil dinilai sudah menggangu penglihatan supir,” kata Irfan.

Dasar hukum penertiban APK Pemilu 2019 di kendaraan umum, ditegaskan dia, berdasarkan UU Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu, PKPU Nomor 28 dan Nomor 23 Tahun 2018 tentang Kampanye Pemilu.

Selain itu, ditegaskan di, penertiban APK itu diatur Surat Edaran Bawaslu Nomor 1990/K.Bawaslu.PM.00.00/XI/2018. Perihal Pengawasan Metode Kampanye Pemilu 2019.

Dasar lainnya, diatur Keputusan Walikota Banjar Nomor 273/204/2018 tentang Tempat/lokasi fasilitas umum di Kota Banjar yang dapat digunakan fasilitas kampanye Pemilu.

“APK yang berhasil ditertibkan dan diamankan dari angkutan umum, mencapai puluhan tadi,” kata Irfan kepada “KAPOL”.

Stiker Politik Dicabut, Sopir dan Penumpang Bahagia

Sejumlah sopir angkot di Kota Banjar memberikan respon positif atas ditertibkannya APK Pemilu 2019 yang menempel di angkutan umum selama ini.

Mereka mendukung tindakan tegas Bawaslu itu tanpa diskriminasi. Diantara sopir ada juga yang ikut “nyebetan”, mencabut stiker berfoto caleg.

“Sopir angkutan umum tak merasa dirugikan sedikit pun. Pemasangan stiker di mobil itu sudah dibayarnya pada awal dipasang dahulu. Dengan dicabutnya stiker oleh Bawaslu itu, otomatis pandangan ke luar dari mobil semakin terang sekarang ini,” ujar seorang sopir angkot, Gino (45) diamini para sopir lainnya.

Sejumlah sopir angkot mengakui, pemasangan stiker caleg di angkot itu dibayar dengan besaran bervariasi antara Rp 100 ribu sampai Rp 200 ribu.

Itu semua tergantung kesepakatan pemasang dan pemilik kendaraan.

Dukungan penertiban APK itu, juga didukung para penumpang umum. ” Kami terkadang tak merasa nyaman, saat naik angkot bergambar caleg yang tidak disukai,”ujar Ny Romlah (42).

Hal senada dikatakan para pelajar di Kota Banjar, seperti Lisna, Rida dan sejumlah pelajar lainnya.
(D.Iwan)***

Komentari