ASN Terlibat Kasus Pengadaan Mesin Fogging, Dinkes Kota Banjar

BANJAR, (KAPOL).- Kejaksaan Negeri (Kejari) Banjar membantah memperlakukan istimewa kepada Panitia Pengadaan Mesin Fogging pada Dinas Kesehatan Kota Banjar 2013 yang berstatus ASN di Lingkungan Pemkot Banjar.

Menyusul hanya dua rekanan saja yang ditahan di Lapas Kelas 3 Banjar selama ini.

Yaitu, Direktur CV Kusuma Raya, SS alias AS (36) warga Lingkungan Pintu Singa, Kelurahan / Kec Banjar.
Seorang tersangka lagi, Direktur CV Banjar Mandiri, IM (37) warga Situ Gede, Kp. Sukajaya, Kelurahan Linggajaya, Kec Mangkubumi, Kota Tasikmalaya.

Menurut Kepala Kejari Banjar, Farhan melalui Kasi Pidna Khusus, Iwan Arto K, dan Kasi Intel Kejari Banjar, Tandyo, Kamis (8/3/2018), sebelum penetapan dan penahanan dua tersangka SS dan IM, Tim Pidsus Kejari Banjar sudah menetapkan tersangka Panitia Pengadaan Mesin Fogging dari ASN Dinkes Banjar itu, yakni AH.

“Menyusul kepemilikan dua alat bukti, AH ditetapkan jadi tersangka 29 Januari 2018. Indikasi keterlibatan korupsi yang bersangkutan sudah diketahuinya sejak 10 Juli 2017,” kata Iwan.

Alasan belum ditahannya AH, yang berstatus ASN di lingkungan Dinas Kesehatan Banjar, karena yang bersangkutan kooperatif kepada Kejari Banjar.

Kendati itu, ditegaskan Kajari Farhan, AH tetap akan ditahan nanti, paling lambat setelah memasuki proses persidangan dugaan mark up Pengadaan Mesin Fogging pada Dinas Kesehatan Kota Banjar 2013 yang merugiakan keuangan negara Rp 168 juta.

“Besaran kerugian negara Rp 168 juta itu, merupakan hasil audit BPKP,” ujarnya. (D.Iwan)***