Aspikom Jabar : Warga Harus Cermat, Sikapi Info Hoax

JATINANGOR, (KAPOL).- Rekonstruksi Komunikasi di Indonesia pada era digital merupakan hal yang sangat penting terutama dalam menghadapi arus komunikasi global lewat media sosial.

Ketua Asosiasi Pendidikan Ilmu Komunikasi (Aspikom) Jawa Barat Dr Sutrisno MSI mengatakan, menjadi sebuah tantangan bagi pihaknya selaku penggiat pendidikan ilmu komunikasi untuk meluruskan setiap imbas dari informasi – informasi negatif yang tersebar di dunia maya.

“Kita berusaha menjawab tantangan yang realistis di jaman ini, media digital menjadi persoalan bagi bangsa dimana, media sosial maupun online menjadi sebuah ketakutan bagi kelompok tertentu sehingga muncul efek negatif,” ucap Sutrisno, melalui rilis yang diterima Kabar Priangan online (KAPOL).

Oleh sebab itu, menurutnya masyarakat perlu mencermati setiap informasi hoax yang nantinya akan memicu  permasalahan baru.

“Inilah yang ditengarai, bagaimana masyarakat bisa lebih dewasa dalam menggunakan tekhnologi dan berkomunikasi,” ucapnya, saat Pelantikan Asosiasi Pendidikan Tinggi Ilmu Komunikasi (Aspikom) Korwil Jawa Barat dan Kuliah Umum, di Gedung Fikom UNPAD Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Senin (11/12/2017).

Sementara itu, Hadi Suprapto Arifin, wakil ketua umum Aspikom pusat menegaskan berbagai cara dilakukan guna mengatasi masalah hoax di media sosial. Salah satunya dengan mencerdaskan literasi media.

“Maksudnya disini, semua pengguna medsos sudah diperkenalkan dengan hukum yaitu UU ITE sehingga hendaknya para pengguna medsos dan dunia Maya akan lebih berhati – hati karena salah memencet jari maka akan berhadapan dengan hukum pidana,” katanya.

Hadi menerangkan, pihaknya juga sudah berulangkali menghimbau baik di dalam lingkungan pendidikan maupun masyarakat agar merespon pesan – pesan sensitif dengan cermat.

“Cerna dulu, apakah informasi itu sungguh faktual atau hanya kabar burung,” ujarnya. (Azis Abdullah)***

Komentari