Bahasa Indonesia Diminati di Ukraina

KIEV, (KAPOL).-Bahasa Indonesia banyak diminati mahasiwa Universitas Taras Shevchenko. Saat ini, di universitas terbesar dan terbaik di Ukraina itu, sedikitnya 50 mahasiwa strata satu belajar Bahasa Indonesia dan puluhan lainnya sedang mempersiapkan diri untuk menempuh jenjang S2.

Saat mengunjungi universitas bersejarah itu, Selasa (27/3/2018), PR bersama Dubes RI untuk Ukraina, Armenia, dan Georgia, Yuddy Crisnandi, melihat aktivitas belajar para mahasiswa dan kememampuan mereka mempraktekan bahasa Indonesia.

Dengan bahasa Indonesia yang sangat fasih, di hadapan Dubes Yuddy, para mahasiswa menceritakan proses belajar dan hasil yang mereka capai selama mengikuti studi jurusan bahasa Indonesia.

Mereka pun menceritakan ihwal awal ketertarikannya mempelajari bahasa Indonesia, termasuk selama proses belajar yang, menurut mereka, sangat menarik sehingga lebih mudah dipelajari.

Para mahasiswa juga mengisahkan pengalamannya ketika berkesempatan berkunjung dan tinggal di bebera kota di Indonesia dalam program dharmasiswa yang dibiayai kementerian pendidikan dan difasilitasi KBRI di Ukraina.

Dua mahasiwa yang sudah menyelesaikan pendidikan sarjana bahasa Indonesia di universitas taras shevchenko, Tatiana dan Marsha, menyatakan keinginannya untuk terus mengembangkan pengetahuannya tidak hanya bahasa tapi juga kebudayaan dan aspek keindonesiaan lainnya.

“Kami berharap pengetahuan yang kami peroleh bisa bermanfaat untuk meningkatkan hubungan dan membuka peluang selebar-lebar untuk keuntungan kedua negara,” kata Tatiana.

Dubes Yuddy Crisnandi mengapresiasi upaya universitas yang terus mengembangkan prodi bahasa inIndones.

“melalui kedutaan, pemerintah Indonesia selalu siap membantu dan mendorong univrrsitas, antara lain melalui pemberian materi literasi dan memfasilitasi program2 universitas yang terkait dengan pengembangan prodi bahasa Indonesia ,” katanya.

Sementara itu, pemimpin perusahaan Pikiran Rakyat Januar P Ruswita menyampaikan apresiasinya kepada pihak kedutaan yang secara langsung mendorong perkembangan prodi bahasa Indonesia di universitas taras shevchenko.

“ini upaya nyata dan langkah diplomasi yang efektif menciptakan ambasador-ambasador yang bisa mempromosikan Indonesia, ” katanya. (Noe Firman, dari Kiev Ukraina)***