Bahaya Berikan Gawai Pada Anak

TASIKMALAYA, (KAPOL).-Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia Kota Tasikmalaya, Ajat Sudrajat beberkan sejumlah bahaya gadget yang digandrungi anak-anak zaman now. Apalagi jika usia masih di bawah 5 tahun di mana otak tengah berkembang hingga 21 tahun.

“Stimulasi berlebih dari gadget pada otak anak dapat menyebabkan keterlambatan koginitif, gangguan dalam proses belajar, tantrum, meningkatkan sifat impulsif, serta menurunnya kemampuan anak untuk mandiri,” katanya kepada KAPOL, Rabu (19/6/2019).

Sifat kecanduan terhadap gadget, kata dia, berpengaruh terhadap perkembangan fisik dan juga motorik anak. Anak menjadi tertutup dan kurang berosialisasi, bahkan bisa jadi kurang asupan makanan karena terpaku oleh layar gadget.

“Tentunya berakibat kurangnya aktifitas fisik anak. Mereka lebih nyaman duduk seharian dengan gadgetnya, berselancar di dunia maya. bermain game, melihat video, lebih senang berinteraksi dengan teman-teman di dunia maya,” ujarnya.

Kondisi tersebut membuat psikologis anak pun menjadi tidak stabil. Saat berinteraksi dan berada di lingkungan sosial, ia merasa tidak nyaman berada dalam lingkungan sosial.

“Anak dapat mengalami gangguan perilaku, acuh dengan sekitar, lebih tertarik pada game atau smartphone. Ia marah bila tidak terpenuhi keinginannya untuk bermain game. Akhirnya tumbuh menjadi pribadi yang egois dan sulit bergaul,” katanya.

Meskipun begitu, lanjut Ajat, permainan dalam gadget memang baik untuk mengasah ketajaman berpikir anak-anak. Namun jika terlalu sering bermain game bisa membawa dampak buruk.

” Salah satu solusi nya membatasi jam bermain game hanya dua jam dalam sehari. Lalu menjadikan gadget sebagai sarana belajar yang mengasyikkan bagi anak-anak sehingga prestasi belajar anak-anak tidak menurun,” ujarnya.

“Orangtua sebaiknya mengisi laptop/komputer/tablet dengan game-game yang bermutu dan mengandung unsur pendidikan di dalamnya untuk dimainkan sang buah hati. Serta pengawasan ekstra ketat terhadap penggunaan gadget yang mereka berikan kepada putra-putri mereka,” katanya menjelaskan. (Inu Bukhari)***

Diskusikan di Facebook
Baca juga ...