Banjar Kota Lintasan Tujuan Obyek Wisata Pangandaran

BANJAR, (KAPOL).- Banjar Kota Lintasan, jumlah kendaraan yang melintasi Kota Banjar tujuan Pangandaran terus mengalami peningkatan selama liburan Lebaran 1439 H / 2018 M belakangan ini.

Terbukti, banyaknya kendaraan yang melintasi Banjar tujuan Pangandaran.

Pada H (+1), 16 Juni 2018 terdata bus 230 unit, kendaraan penumpang pribadi (pnp) 12.721 unit dan Roda dua (18641 unit).

Sementara, H (+2) bus (168 unit), kendaraan pnp (12.602 unit) dan roda dua ( 10.424 unit).

Pada H (+3), bus (345 unit), kendaraan pnp (7378) dan roda dua (11.767). Kemudian, H ( +3), bus 230 unit, kendaraan pnp (7446) dan roda dua (9195).

“Jam terpadat lalu lintas kendaraan dari Banjar ke Pangandaran pada Rabu, 20 Juni 2018 itu antara pukul 13.00 sampai 14.00 WIB. Terdata kendaraan pnp 599 unit dan roda dua sebanyak 1211 unit,” ujar Ketua Regu Posko Dishub Pencatat Arus Wisata Tanjungsukur Pataruman, Andri Tamara, Rabu (20/6/2018).

Menurut dia, jumlah kendaraan wisatawan dari Pangandaran melintasi Banjar, untuk kendaraan pnp 1473 unit dan roda dua 1800 unit.

“Puncaknya ini, pada antara pukul 14.00 sampai 15.00 WIB,” katanya.

Padatnya lalu lintas kendaraan tujuan Pangandaran dan sebaliknya, tak menimbulkan lonjakan kendaraan yang singgah di rest area perbatasan Sukamukti, Kelurahan Pataruman, Kota Banjar – Pamarican, Kab Ciamis.

Atau, lebih dikenal di Rest Area Perbatasan Jalan Batulawang.

Terlihat, wisatawan yang singgah di Rest area Batulawang (rest area perbatasan Sukamukti) sepi-sepi saja, selama liburan Lebaran tahun sekarang ini.

“Rest Area Batulawang itu tak menarik untuk disinggahi. Akibat banyak rumput liar yang dibersihkan. Takut ada ular,” kata seorang wisatawan asal Bandung, Risna (27) bersama keluarganya.

Menyusul rencana pembangunan rest area perbatasan Jalan Batulawang yang diprogramkan Pemkot Banjar, dilengkapi air mancur dan wahana lainnya, mantan Sekda Banjar, H.Yayat Supriyatna, berharap, rest area itu dilengkapi bangunan masjid yang megah di kawasan itu.

Rest area terakhir ini banyak yang disalahgunakan untuk keperluan mesum dan maksiat lainnya.

“Kami berharap rest area Batulawang itu, dilengkapi ikon Banjar berbentuk masjid yang megah. Bukan proyek mercusuar yang tak memperhatikan kepentingan akhirat,” ucap H.Yayat.

Lebih lanjut dia berharap membludaknya wisatawan tujuan obyek wisata Pangandaran, Banjar mampu menjadikan sebagai peluang untuk meningkatkan PAD, bukan hanya jadi penonton saja.

Untuk itu, diperlukan inovasi dan kreativitas supaya wisatawan mau singgah di Kota Banjar, walau sebentar dan hanya memberi produk khas Banjar saja. (D.Iwan)***

Komentari