Baru Dikukuhkan, Ketua BSS Ajak Promosikan Wisata Tasik

TASIKMALAYA, (KAPOL).- Pengurus komunitas sepeda Baraya Sa Sukapura (BSS) periode 2019 – 2021 dikukuhkan di Graha Agung Sari, Mangkubumi, Kota Tasikmalaya, Sabtu (23/2/2019).

Kepengurusan baru ini memiliki visi-misi mengajak masyarakat hidup sehat dengan berolahraga dan turut mengenalkan potensi wisata di Tasikmalaya dan sekitarnya.

Adapun kepengurusan BSS periode 2019 – 2021 yang dipilih secara aklamasi sepekan sebelumnya, yaitu Ketua, Deni Mulyana bersama Wakil Ketua I Taufik Nasruludin dan Wakil Ketua II Bunda Iput.

Dalam pengukuhan dan serah terima jabatan tersebut turut hadir perwakilan dari Ikatan Sepeda Sport Indonesia (ISSI) Kota Tasikmalaya, H. Dede Ocih dan Ketua Federasi Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia (FORMI) Kota Tasikmalaya, H. Rahmat.

Ketua BSS periode 2019 – 2021, Deni Mulyana di sela acara kepada “KP” mengatakan bahwa pihaknya memiliki visi bahwa BSS menjadi suatu wadah bagi komunitas-komunitas maupun per orangan pecinta gowes di wilayah Tasikmalaya dan sekitarnya.

Di bawah kepemimpinannya, BSS memiliki misi mengajak warga Tasikmalaya dan sekitarnya untuk menjadikan aktivitas bersepeda sebagai bagian dari hidup sehat.

Memperkenalkan dan mempromosikan tempat-tempat wisata dan budaya di Tasikmalaya dan sekitarnya, merangkul seluruh komunitas maupun per orangan pecinta dalam satu wadah yang terorganisir dalam BSS, dan mempererat tali silaturahmi antar-sesama pesepeda dalam minat dan hobi yang sama.

“Kita (BSS) ingin mengajak masyarakat bersepeda sebagai bagian dari gaya hidup sehat. Di samping itu, kita juga ingin mempromosikan potensi-potensi wisata di Tasikmalaya dan sekitarnya. Kita ekplore di Tasik itu ada apa saja sih wisata di Tasikmalaya buat wisatawan dari Tasik sendiri maupun dari luar juga,” katanya.

Dikatakannya, BSS merupakan wadah bagi para penghobi gowes apapun itu jenis sepedanya. Mulai sepeda ontel, BMX, hingga sepeda sport. “Pada intinya nggak ada batasan. Kita tidak melihat latar, laki-laki atau wanita, atau usia. Semua bisa ikut. Bahkan, kalau ada suatu event, anak-anak juga suka ikut,” katanya.

Semua pecinta sepeda bisa ikut bergabung menyalurkan hobi yang sama di BSS tanpa ada suatu ikatan. “Kita di sini justru nggak ada member atau bagaimana, namun di sini siapa saja bisa ikut, bisa gabung. Yang di luar Tasik pun pada gabung,” katanya.

Sementara salahsatu pendiri BSS, N’gkuh mengatakan bahwa BSS menjadi ajang berbagi antar-pecinta gowes mengenai wawasan atau informasi lainnya tentang sepeda, hingga menjadi ajang jual beli antar pecinta sepeda.

Adanya BSS menjadi wadah pemersatu bagi komunitas-komunitas sepeda di Tasikmalaya dan sekitarnya. Terdcatat ada 136 komunitas sepeda dengan anggota lebih kurang 1.200 orang yang ikut bergabung dalam BSS.

Dengan adanya pergantian pengurus setiap 2 tahun sekali, kata N’gkuh, diharapkan menjadi regenerasi dari kepengurusan lama ke yang baru untuk mempererat dan memajukan komunitas sepeda di Tasikmalaya dan umumnya di Priangan timur.

“Ketua baru itu visi-misinya selama dua tahun ke depan apa yang bisa dia kerjakan untuk komunitas yang tergabung untuk Kota dan Kabupaten Tasikmalaya khususnya. Harapan kami, dari kegiatan ini dengan terbentuknya pengurus dan ketua baru membawa angin segar dan memajukan persepedahan di Tasikmalaya dan sekitarnya,” kata anggota dari komunitas Zibreug ini.

Karena menurutnya, adanya BSS bukan hanya menjadi ajang bersepeda bersama, namun lebih dari itu BSS memiliki kegiatan lainnya seperti dalam segi sosial.

“Kita suka gowes bersama sebulan sekali. Semua komunitas diundang memakai undangan resmi untuk mempererat silaturahmi. Selain itu, BSS itu setiap bulan puasa suka ada bukber dan santunan anak yatim. Kita juga suka membantu komunitas yang mau mengadakan event-event, memberi ke masjid yang goweser lewati, membantu pemerintahan juga mengadakan event-event sepeda, dan lainnya,” katanya. (Aji MF)***

Diskusikan di Facebook