Basarnas, Berikan Pengabdian dan Pelayanan Terbaik

MEMASUKI usia ke 46, Basarnas terus berupaya memberikan pengabdian dan pelayanan terbaiknya bagi nusa dan bangsa.

Dengan dukungan dan harapan yang tinggi dari seluruh masyarakat serta semangat tim SAR seluruh Indonesia.

“Kami tetap profesional dalam bertindak, mekanisme yang terpadu dan peralatan SAR yang memadai serta kekompakan dalam menjalankan tugas pencarian dan pertolongan,” kata Ketua Basarnas Prov. Jawa Barat S. Riyadi seusai upacara peringatan HUT Basarnas ke 46 di halaman Kantor SAR Bandung Jalan Raya Bandung-Garut KM 26, Kec. Cimanggung Sumedang, Rabu (28/2/2018).

Ia mengatakan, dalam  perkembangan Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan telah melewati periode waktu cukup panjang.

Diawali pada 1950 ketika pemerintah meratifikasi konferensi Internasional Civil Aviation Organization, selanjutnya, tahun 1966 diratifikasi kembali menjadi anggota International Maritme Organization.

“Pada Tahun 1972 berdasarkan keputusan Presiden Nomor 11 tahun 1972 dibentuklah organisasi SAR, dan tahun 1979 melalui kepres nomor 74 tahun 1979 dimasukan kedalam struktur organisasi departemen perhubungan,” ucapnya.

Dikatakan, namanya menjadi Badan SAR Nasional dan pada tahun 2007 dilakukan perubahan kelembagaan dan organisasi badan SAR Nasional menjadi lembaga non Departemen yang di atur dalam perpres nomor 99 tahun 2007.

Setelah itu, kata Riyadi, pada tahun 2014 ditetapkannya UU nomor 29 tahun 2014 tentang pencarian dan pertolongan Badan SAR Nasional, namanya pun mengalami perubahan menjadi Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan.

“Itu agar lebih mampu melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya secara maksimal,” katanya.

Riyadi mengatakan, Basarnas telah melakukan penyelamatan pencarian dan pertolongan seperti, kecelakaan kapal sebanyak 3.813 kali, kecelakaan pesawat udara sebanyak 109 kali, penyelamatan pada kondisi membahayakan manusia 4.734 kali dan membantu penyelamatan bencana alam sebanyak 973 kali di berbagai wilayah Indonesia.

Basarnas, kata Riyadi, telah memiliki 38 kantor pencarian dan pertolongan, 77 pos pencarian dan pertolongan yang tersebar diseluruh Indonesia.

Ia mengatakan, seiring kemajuan dan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi serta pengalaman dalam penyelenggaraan operasi SAR, Basarnas Jabar bertekad akan terus melakukan perbaikan-perbaikan pada seluruh aspek yang ada.

Mulai dari peningkatan sumber daya manusia, penyempurnaan administrasi perkantoran, peningkatan hubungan dan kerjasama didalam dan luar negeri.

“Bahkan, memomedernisasi¬† semua peralatan utama atau sarana dan prasarana dalam meningkatkan keberhasilan operasi SAR,” ujarnya. (Devi Supriyadi)***