Bawa Kabur Gadis Dibawah Umur, AS Diamankan

BANJAR, (KAPOL).- Satuan Reskrim Polres Banjar berhasil menangkap seorang pelaku dan menetapkannya jadi tersangka yang diduga membawa lari gadis dibawah umur, dalam waktu kurang 24 jam sejak pelaporan keluarga korban ke Mapolres Banjar.

“Pelaporan orang tua korban Selasa (20/3/2018) sekitar jam 10.30 WIB dan pukul 20.00 WIB, pelaku sudah ditangkap dan diamankan di ruang tahanan Polres Banjar,” ujar Waka Polres Banjar, Kompol Ade Najmulloh, Kamis (22/3/2018).

Dijelaskan Kasat Reskrim Polres Banjar, AKP Jaya Sofyan, korban yang dibawa lari pelaku itu TS (14) warga Jelat, Kelurahan/Kec Pataruman. Adapun pelaku yang sudah ditetapkan tersangka sekarang ini, yakni AS (19), Dusun / Desa Rungkang, Kecamatan Gandrung, Kabupaten Cilacap, Jateng.

“AS ditangkap di rumah orang tuanya. Tersangka dijerat Pasal 332 KUHP dan atau Pasal 81 dan atau Pasal 82 UU Perlindungan anak dengan ancaman hukuman maksimal maksimal 15 tahun penjara,” kata AKP Jaya kepada “KAPOL” diruang kerjanya.

Dijelaskan dia, tersangka dan korban saling kenal melalui melalui medsos facebook. Dari perkenalan itu, janjian dan bertemu tidak jauh dari rumah korban.

Selanjutnya, oleh tersangka dijemputnya dan dibawa jalan-jalan sampai ke rumah orang tua tersangka Dusun / Desa Rungkang, Kecamatan Gandrung, Kabupaten Cilacap, Jateng.

“Saat pergi dari rumah, korban izin kepada orang tuanya mau pengajian. Saat itu, korban berangkat dan diantar temannya naik kursi roda karena mengalami tunadaksa. Dan, bertemulah dengan tersangka dilokasi yang sudah dijanjikan,” tuturnya.

Ditegaskan dia, keberhasilam proses pencarian tersangka seiring kecanggihan IT yang dimiliki Polres Banjar selama ini. Yakni, dimulai dari percakapan yang dilakukan tersangka dan korban.

“Terindikasi, saat pelaku membawa lari korban tidak ada unsur paksaaan atau ancaman lainnya. Saat membawa korban itu diketahui oleh teman korban. Hanya saja, saat berangkatnya tanpa seizin orang tua korban saja,” katanya.

Menurutnya, korban belum dimintai keterangan. Karena masih dibawah umur itu, saat pemeriksaan korban diharuskan didampingi P2 TP2A (pusat pelayanan terpadu pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak).

Orang tua korban Entin Kartini (43) mengakui merasa kehilangan anaknya, Senin (19/3/2018) sekitar pukul 13.30 WIB.

Selanjutnya, pada Selasa (20/3/2018) keluarga korban melaporkan permasalahan tersebut ke Polres Banjar pukul 10.30 WIB dan pada malam harinya, pukul 20.00 WIB, korban berhasil ditemukan dan pelaku yang membawa lari korban diamankan. (D.Iwan)***