Bawaslu Kab. Tasik Periksa Empat Terlapor Politik Uang

SINGAPARNA, (KAPOL).-Bawaslu Kabupaten Tasikmalaya memanggil dan memintai keterangan empat orang terlapor kasus dugaan politik uang (money politik) yang terjadi pada masa kampanye dan masa tenang Pemilu 2019 lalu, Rabu (15/5/2019). Upaya ini dilakukan menyusul tuntasnya pembahasan di sentra Gakumdu (penegakan hukum terpadu) tahap 1.

Pemangilan dilakukan dalam rangka pendalaman kasus dugaan politik uang di Kecamatan Cisayong, Jatiwaras, Ciawi dan Cikalong Kabupaten Tasikmalaya, yang diduga dilakukan oleh tiga calon legislatif Kabupaten Tasikmalaya. Mereka yakni Eres Ruslih Aeres (dapil 2), Deni Daelani (dapil 4) dan Asep Sopari Al-ayubi (dapil 5), ketiganya dari Partai Gerindra. Sementara satu orang lagi Doni M Hamdan (dapil 3) dari PPP.

“Jadi ini baru sebatas pemanggilan terlapor guna menggali keterangan, agar menguatkan unsur materil dan formil sebelum kita bahas di sentra Gakumdu tahap 2,” jelas Ketua Bawaslu Kabupaten Tasikmalaya, Dodi Juanda.

Menurutmya, pemanggilan ke empat terlapor itu, setelah dilakukan pamanggilan para saksi untuk dimintai keterangan, pengumpulan bukti-bukti dan pembahasan sentra Gakumdu tahap I.

Anggota Bawaslu Kabupaten Tasikmalaya, R. Setia Surya menambahkan, dari 12 perkara kasus dugaan politik uang yang dilaporkan dan ditangani Bawaslu, 1 perkara sudah dilimpah ke penyidik Polres. Sedang empat kasus lagi sedang ditanganani dan sudah dilakukan pemanggilan terlapor, kini dalam tahap pendalaman menuju pembasan di sentra Gakumdu 2. Seluruhnya telah memenuhi unsur syarat formil maupun materil. Sementara diluar itu masih ada 7 kasus lainnya masih dalam tahap investigasi Bawaslu.

“Pelapor dan terlapornya ada dan jelas. Kemudian saksi juga ada termasuk barang bukti dan uraian kejadian atau peristiwanya sudah jelas,” terang dia.

Sayang, saat hendak dikonfirmasi, terlapor Asep Sofari (caleg dapil 5 dari Partai Gerindra), segera menghindah dan mengambil seribu langkah menghindari kejaran awak media. Bahkan ketika dikejar ke mobilnya dan memanggil, terlapor tetap tidak menggubris. Ia memilih bergegas masuk mobil dan tancap gas ke luar komplek perkantoran Bawaslu. (Aris Mohamad F)***

Diskusikan di Facebook
Baca juga ...