Bayinya Tewas, Sang Ibu Membuangnya ke Selokan

GARUT, (KAPOL).- Penyesalan yang kini dirasakan S, warga Kampung Godog, Desa Lebak Agung Kecamatan Karangpawitan kini tak lagi berguna.

Janda berusia 38 tahun ini harus rela mendekam di sel tahanan Mapolres Garut untuk mempertanggung-jawabkan perbuatannya yang melanggar hukum.

Kapolres Garut, Ajun Komisaris Besar Budi Satria Wiguna, menyebutkan S ditangkap petugas karena diduga dengan sengaja telah membuang jasad bayinya ke selokan.

Hal ini karena S merasa malu punya anak hasil hubungan gelap dengan sang pacar.

“Rupanya S merasa malu punya anak lagi sedangkan statusnya saat itu adalah janda. Bayi yang dilahirkannya merupakan hasil hubungan gelap dengan sang pacar,” ujar Budi saat menggelar ekspos di Mapolres Garut, Senin (16/4/2018).

Dikatakan Budi, penangkapan terhadap S berwal dari adanya laporan salah seorang warga yang menemukan adanya mayat bayi perempuan di sebuah selokan di kawasan Kampung Gogog, Desa Lebak Agung, Kecamatan Karangpawitan.

Hasil penyelidikan yang dilakukan polisi pada akhirnya mengarah kepada S sebagai pelaku pembuang mayat bayi yang baru lahir tersebut.

Kecurigaan polisi ini ternyata dibernarkan oleh S. Saat diperiksa, ia mengaku telah membuang mayat bayinya ke saluran irigasi yang ada di kampungnya.

Namun S membantah jika dirinya telah dengan sengaja membunuh bayi tersebut.

“Saat dibuang ke selokan, kondisi bayi perempuan tersebut memang sudah dalam keadaan meninggal. Bayi tersebut meninggal saat akan dimandikan oleh S yang tak lain adalah ibu kandung bayi tersebut,” kata Budi.

Sebelumnya, tambah Kapolres, bayi tersebut lahir dengan normal tanpa bantuan orang lain di kamar mandi di rumah S sekitar pukul 01.30 WIB tanggal 31 Maret lalu.

Saat itu S berencana memandikan bayi perempuan yang dilahirkannya sehingga ia pun mempersiapkan sebuah jolang (ember besar) yang sudah diisinya dengan air.

Namun baru saja bayi tersebut dimasukan ke dalam air di dalam jolang, S keburu pingsan karena terlalu banyak mengeluarkan darah saat melahirkan.

Saat sadar beberapa saat kemudian, S melihat bayinya sudah tak bernyawa di dalam jolang.

Melihat hal itu, S bukannya mengurusnya akan tetapi malah memasukannya ke dalam kantung plastik kemudian menyembunyikannya di dapur rumahnya.

Baru keesokan harinya, mayat bayi tersebut dibuangnya ke saluran irigasi tak begitu jauh dari rumahnya.

“Akibat perbuatannya, tersangka S dijerat pasal 359 dan pasal 181 KUHP dengan ancaman maksimal hingga lima tahun penjara,” ucap Budi.(Aep Hendy S)***

Komentari