Beragam Sayuran Perlu Dipahami Sejak Dini

TASIKMALAYA, (KAPOL).-Kelompok Wanita Tani (KWT) Kenanga yang berdiri di Kelurahan Margabakti, Kecamatan Cibereum, Kota Tasikmalaya turut memberi kontribusi bagi ketahanan pangan dan dapur keluarga para anggota serta sejumlah warga di wilayah itu.

Meski tak berperan maksimal dalam menambah penghasilan dari kegiatan usaha budi daya sayuran yang dilakukan di pekarangan, aksi mereka sedikit banyak telah berperan mengurangi pengeluaran keluarga. “Jadi memang tidak semua anggota kelompok menjual sayuran yang ditanamnya di pekarangan. Tetapi kreatifitas para anggota telah berperan meminimalisasi pengeluaran keluarga,” kata Ketua KWT Kenanga Ny Sulistiawati.

Minimal, ketika para anggota membutuhkan cabe rawit, sawi, bawang atau lainnya, mereka bisa mengambil ke pekarangan rumah yang sejak lama ditanami beragam jenis sayuran. Kalaupun, kebutuhan yang diperlukan tak ditanam, mereka bisa barter kepada anggota lain yang kebetulan menanam komiditas yang dibutuhkannya itu.

Hampir saban minggu, para anggota kerapkali berkumpul melakukan berbagai kegiatan mulai pembibitan, penyiapan media tanam dan lainnya. Nah, dalam setiap pertemuan, mereka memberikan iuran rutin sebesar dua rebu perak untuk kas kelompok. Ada juga anggota yang nabung sebagai bekal tambahan ketika studi banding digelar nantinya.

“Alhamdulillah, kita bisa studi banding dan nambah wawasan,” ujar dia. Terakhir, mereka berkunjung ke kampung tani di Wonosobo. Disamping itu, mereka juga tak jarang kedatangan peserta didik PAUD untuk mengenali beragam jenis komoditas sayuran. “Terang saja, kita senang sebab bagaimanapun pemahaman soal sayuran perlu diketahui sejak dini,” katanya.

Ke depan, 15 PAUD lain sudah menunggu giliran untuk turut berkunjung. Kiprah mereka tampaknya turut menjadi nilai plus bagi Gapoktan Bakti Hurip, dimana mereka bernaung yang terpilih menjadi Gapoktan berprestasi tingkat Jabar tahun 2019 ini.

Atas prestasinya itu, Ketua Gapoktan Bakti Hurif berkesempatan berkunjung ke Thailand pada bulan Juli mendatang. “Entahlah seperti apa penilaian yang dilakukan tim dari Dinas Ketahanan Pangan dan Hortikultura. Hanya saya yakin, aktifitas KWT, kemudian lembaga keuangan mikro agro dan lainnya turut jadi pertimbangan dalam penilaian,” kata Ketua Gapoktan bakti Hurip, Dadang Sunarya. (Irman Sukmana)***

Diskusikan di Facebook
Baca juga ...