Beredar Gambar Hantu, Hooba Beach Foodcurt Ajukan Somasi

PANGANDARAN,(KAPOL).-Baru beberapa hari diresmikan, pusat kuliner Hooba Beach Foodcurt Grand Pangandaran yang berada di kawasan obyek wisata pantai Pangandaran di Blok Bulak Laut Desa Pananjung, Kecamatan Pangandaran dilanda isu tak sedap.

Hal itu terjadi dengan beredarnya foto penampakan hantu di area pusat kuliner Hooba Beach Foodcurt melalui salahsatu akun media sosial Facebook.

Pusat kuliner yang didesain ala kampung Belanda yang kini menjadi salahsatu daya tarik wisatawan dan mulai dibanjiri pengunjung itu di bangun untuk memberikan kesempatan bagi para pelaku usaha di Kabupaten Pangandaran.

Namun dengan telah beredarnya gambar penampakan sesosok hantu yang muncul di tengah-tengah kerumunan pengunjung di Hooba Beach Foodcurt yang diduga hasil editan itu dinilai sudah mencemarkan tempat usaha kuliner yang belum lama ini diresmikan oleh Kepala Dinas Pariwisata Dan Kebudayaan Kab Pangandaran pada hari Sabtu, (8/9/2018) kemarin.

Bahkan postingan penampakan hantu itu sudah menyebar kemana-mana sehingga banyak warga yang mempertanyakan kebenaran postingan tersebut yang terjadi di areal pusat kuliner.

Atas kasus pencemaran nama baik tersebut, maka pihak Managemen pusat kuliner Hooba Beach Foodcurt akan melakukan somasi kepada pelaku penyebar postingan gambar hantu yang dinilai telah merugikan pihaknya.

“Kami sudah melaporkan ke pengacara untuk menindaklanjuti kasus pencemaran nama baik atas postingan penampangan hantu diduga hasil editan yang disebar di media sosial. Itu adalah gambar hoax,” ujar salahsatu pengelola pusat kuliner Hooba Beach Foodcurt, Andise Sosse saat ditemui, Rabu, 12 September 2018.

Dia menduga ada orang yang tidak senang dengan dibukanya pusat kuliner yang sekarang ramai dikunjungi pengunjung.

“Padahal pusat kuliner ini kan buat untuk daya tarik wisatawan agar tingkat kunjungan wisata ke Pangandaran meningkat. Juga memberikan peluang kepada warga Pamgandaran maupun dari luar daerah untuk membuka usahanya di sini,” ucapnya.

Direktur Grand Pangandaran, Alif Joko Surajianto juga menyayangkan adanya postingan gambar di media sosial yang dinilai tidak bertanggungjawab itu.

“Kami sudah laporan ke pengacara saya untuk menindaklanjuti kasus pencemaran kepada kami,” ucapnya.

Ditempat terpisah, Bayu (25) warga Desa Pananjung, Kecamatan Pangandaran mengaku telah melihat postingan gambar berupa hantu di tengah-tengah kerumunan pengunjung Hooba Beach Foodcurt di Grand Pangandaran.

“Ya di kalangan anak-anak sekolah juga sempat heboh dengan adanya postingan hantu di media sosial tersebut,” ujar Bayu.

Bayu juga menilai, bahwa lokasi Hooba Beach Foodcurt berdekatan dengan areal pemakaman. “Sehingga orang mudah percaya dengan adanya postingan gambar hantu berupa pocong dan kuntilanak di media sosial,” ujarnya, seraya ditanya soal postingan gambar hantu yang dimaksud, Bayu menganggap itu merupakan gambar editan.

Salahsatu pemilik kios makanan di Hooba Beach Foodcurt, Galang (30) mengatakan, dengan telah beredarnya postingan gambar hantu yang muncul di tempat ia berjualan, dirinya khawatir bakal sepi pengunjung.

“Ya saya juga liat postingan gambar hantu yang di sebar di salahsatu akun facebook. Saya jadi khawatir dagangan saya akan sepi pembeli,” ucapnya.

Hingga saat ini pengunjung masih banyak yang berdatangan ke tempat pusat jajanan kuliner di Hooba Beach Foodcurt perpaduan antara suasana kampung Belanda dengan suasana pantai itu.

Hingga saat ini pengelola pusat kuliner tersebut belum mengetahui dan sedang melacak pemilik akun yang menyebarkan foto yang diduga editan bergambar hantu di media sosial facebook hingga media sosial Whatsapp itu. (Agus Kusnadi)***

Komentari