Berita Penahanan Kadinkes Subang, Hebohkan Pejabat Garut

TARKI, (KAPOL).-Sejumlah pejabat di lingkungan Pemkab Garut, Jumat (12/10/2018) dihebohkan 

dengan beredarnya kabar penahanan yang dilakukan polisi terhadap Kepala Dinas
Kesehatan (Kadinkes) Kabupaten Subang, AR.

Sebelum menjabat Kadinkes Subang, AR
sendiri pernah menduduki sejumlah jabatan di Pemkab Garut.

Sejumlah pejabat di lingkungan Pemkab Garut yang penasaran dengan kebenaran kabar tersebut pun sempat mencoba mencari informasi dari wartawan.

Tak urung, pesan melalui aplikasi whatsapp pun banyak diterima wartawan Garut yang intinya
mempertanyakan kebenaran berita tersebut.

Sejumlah wartawan di Garut pun kemudian mencoba cross check ke pihak Kepolisian
Resor (Polres) Garut terkait kebenaran berita tersebut.

Namun sejumlah pejabat di lingkungan Polres Garut pun mengaku belum mengetahui hal tersebut.

“Saya belum monitor hal itu Kang. nanti kita cek dulu,” jawaban kapolres Garut, Ajun Komisaris Besar Budi Satria Wiguna saat dikonfirmasi melalui whatsapp.

Ungkapan yang sama juga disampikan Kastreskrim Polres Garut, Ajun Komisaris
Aulia Jabar.

Ia mengaku belum mendapatkan informasi terkait penangkapan AR oleh pihak kepolisian.

Kepastian penangkapan yang dilakukan polisi terhadap AR akhirnya didapatkan wartwan dari Dirkrimsus Polda Jabar, Komisaris Besar Samudi.

Ia membenarkan pihaknya telah melakukan penahanan terhadap AR.

“Benar, kami telah melakukan penahanan terhadap AR. Namun untuk latar belakang
kasusnya saya belum bisa menjelaskan dan saya minta waktu,” ujar Samudi.

Namun menurutnya, dari informasi sementara kasus yang menjerat AR itu sewaktu dirinya masih menjabat Kabid Yankes di Dinas Kesehatan Kabupaten Garut.

Selain pernah menjabat sebagai kabid Yankes di Dinas Kesehatan Kabupaten Garut, AR juga pernah menjadi Kabid Pencegahan pada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Garut.

Sampai akhirnya pada tahun 2017 lalu, AR mendaftar menjadi Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Subang melalui open bidding. Dan dinyatakan lolos.

Kepala BPBD Kabupaten Garut, Dadi Djakaria, mengaku belum mengetahui informasi
penangkapan mantan stafnya tersebut.

Menurutnya, sudah cukup lama tidak pernah berkomunikasi lagi dengan AR, tepatnya sejak AR pindah tugas ke Subang.

“Saya kebetulan lagi di Jakarta dan belum menerima informasi tersebut. Memang
sudah lama juga tak ada komunikasi dengannya,” kata Dadi.

Dadi menilai, sepanjang menjadi stafnya di BPBD, AR selalu menunjukkan kinerja yang baik.(Aep Hendy S)***

Komentari