BNN, Ada Indikasi ASN Jadi Pengguna Narkoba

TAWANG, (KAPOL).- Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika merupakan tindak kejahatan luar biasa (extra ordinary crime). Sepanjang tahun 2018 BNN Kota Tasikmalaya telah mengungkap sebanyak 33 kasus Narkotika dan TPPU yang merupakan sindikat jaringan narkotika.

ASN di salah satu lembaga pemerintahan Kota Tasikmalaya juga ada yang terindikasi mejadi pelanggan salah satu pengedar yang ditangkap BNN. Namun setelah dilakukan beberapa kali tes urin di lingkungan Pemkot Tasikmalaya, belum ada ditemukan.

Menurut Kepala BNN Kota Tasikmakaya, Tuteng Budiman, Target BNN Kota Tasikmalaya adalah 1 LKN, namun target sudah terlampaui ada 2 LKN.  Pertama, dua orang yang menjadi tersangka dan yang kedua 4 orang menjadi tersangka. Proses persidangan sudah mulai berjalan. Bahkan sebetulnya ada 33 kasus yang diungkap BNN.

Dari kasus tersebut, kata Tuteng, 20 orang dilakukan rehabilitasi karena tidak memenuhi alat bukti. Dan sudah dilakukan secara rawat jalan. Sisanya, karena tidak ada alat bukti saat penangkapan hanya ditemukan dan positif, sehingga dikembalikan kepada orang tuanya.

“Kebanyakan pengguna pil anak remaja dan usia sekolah. Namun dari seluruh kasus kebanyakan pengguna sabu. Sabu yang diamankan 2,86 gram dan pil pcc 5535 butir serta 262 pil heximer,” katanya saat konfrensi pers di kantor BNN Kota Tasikmalaya, Kamis (27/12/2018).

Dikatakannya, Alun-alun, Dadaha serta tempat hiburan malam yang menjadi sasaran peredaran dan pengguna Narkoba. Bahkan, beberapa bulan ke belakang dalam sebulan BNN bisa mengumpulkan bekas pil berserakan hingga 5 ribu lembar.

“Pengguna selalu kucing-kucingan dengan BNN, di kawasan alun-alun dan Dadaha, saat ini masih ada tapi tidak banyak seperti dulu. Yang aneh itu pengungkapan kasus rental sabu, sampai menjadi perhatian BNN Pusat,”katanya.

Upaya yang sudah dilakukan selama 2018 BNN melaksanakan pencegahan dengan sosialisasi ke berbagai elemen. Seiring dengan gencarnya pemberantasan, BNN juga terus berupaya melakukan pencegahan dan pemulihkan bagi para pecandu dan penyalah guna dari ketergantungannya terhadap Narkotika. (Erwin RW)***

Diskusikan di Facebook
Baca juga ...