oleh

Bos Big Blue Taxi Asal Malaysia, Hina Driver Ojek Online

TASIK, (KAPOL).- Ratusan driver ojek online menggelar aksi di DPRD Kota Tasikmalaya, Rabu (4/9/2019).

Mereka menuntut agar Dubes Malaysia diusir dari Indonesia.

Pasalnya, para driver gojeg tersebut merasa sakit hati dengan ucapan yang dilontarkan Shamsubahrin Ismail, bos Big Blue Taxi Malaysia yang dianggap menghina driver Gojek dan pemerintah Indonesia dengan menyebut miskin.

Dengan membawa spanduk bertuliskan
Kami Siap Menjaga Martabat dan Wibawa Negara Kesatuan Republik Indonesia juga spanduk bertuliskan Usir Kedubes Malaysia Dari Negara Kesatuan Repunlik Indonesia

Para driver tersebut sengaja datang menemui dewan yang baru dilantik tersebut.

Mereka hendak menyampaikan aspirasi agar wakil rakyat itu bisa menunjukan sikapnya.

Ketua Himpunan Driver Tasikmalaya (Hidra) Budiman menyebutkan, pihaknya meminta DPRD Kota Tasikmalaya mendesak DPR RI dan pemerintah pusat agar mengusir Dubes Malaysia di Jakarta.

Pihaknya juga menuntut DPRD Kota Tasikmalaya tegas terlebih pernyataan ini sebagai penghinaan negara.

Menurutnya, aksi desakan mengusir Dubes Malaysia di Jakarta ini harus dilakukan, sehingga kejadian serupa tidak terulang dan wibawa negara tidak dilecehkan.

“Jelas kami marah, sebab negara yang junjung tinggi dihina. Kami ingin Anggota DPRD bersama Pemerintah untuk menyampaikan nota protes melalui DPR RI dan Presiden untuk disampaikan kepada Kedubes Malaysia serta mengusirnya,” katanya.

Pihaknya juga meminta pemerintah Indonesia menyampaikan nota protes ke Pemerintah Malaysia.

Ketua DPRD Kota Tasikmalaya sementara, Aslim, mengaku siap bersama masyarakat dan akan berupaya untuk menyampaikan tuntutan warga Tasikmalaya ke Pusat.

Dikatakannya, pihaknya juga merasa tersinggung dengan pernyataan bos taxi asal Malaysia tersebut.

“Pada prinsipnya kami sepakat, selama demi kepentingan masyarakat, kami siap rekomendasikan apapun. Aspirasi untuk kesejahteraan dan kemakmuran umat Insya Allah akan kami perjuangkan,” katanya.

Sementara aksi damai driver online itu diikuti sekitar 700 orang mendapat pengawalan ketat dari aparat kepolisian.

Sebanyak 100 personil dari Polres Tasikmalaya Kota diterjunkan. (KP-07).***

Komentar

News Feed