Bos Tahu Bulat Jadi Bos Ikan Laut

 

PANGANDARAN, (KAPOL).-Pengusaha tahu bulat, H Aan Targana mengembangkan sayapnya dengan memanfaatkan potensi di Kabupaten Pangandaran dari sektor perikanan ikan laut.

Diawali dengan usaha sektor perikanan, Aan telah memiliki kapal ikan berbobot 7 Gross Ton (GT) yang diperkirkan di dermaga pelabuhan Majiklak, Kalipucang Kabupaten Pangandaran.

“Sangat disayangkan kalau potensi perikanan laut yang melimpah ini tidak dimanfaatkan oleh para nelayan,” ungkap Aan saat menerima kunjungan Komandan Lanal Bandung, Kolonel Laut Sunar Solehuddin bersama beberapa perwira TNI AL termasuk Komandan Pos TNI AL Pangandaran Peltu Dayat Sudrajat, Senin, 9 April 2018.

Bermula, Aan menggeluti usaha tahu bulatnya di Kab Ciamis, dikarenakan potensi di sektor perikanan di Pangandaran sangat banyak, namun masih banyak nelayan Pangandaran yang masih menangkap ikan di bawah 5 mil, maka dirinya berinisial untuk mengajak nelayan di Majingklak untuk memanfaatkan potensi tersters dengan tiga kapal ikan yang ia miliki.

“Justru potensi ikan laut itu adanya di tengah laut sekitar 40 sampai 60 mil dari pantai. Hanya dengan memakan waktu sekitar 16 jam, kita bisa menangkap ikan 3 sampai 4 ton apabila sedang musim ikan,” ujarnya.

Adapun ikan yang ditangkapnya kata Aan untuk jenis ikan tuna dan merlin. Hanya saja, kata Aan dengan banyaknya potensi perikanan ikan di wilayah perairan Pangandaran, dia berharap kepada pemerintah terutama Kementerian Kelautan Dan Perikanan untuk menambah kapal tangkap berbobot 7 GT keatas di pelabuhan Majingklak Kalipucang.

“Untuk satu kapal bobot 7 GT bisa membawa 5 anak buah kapal semuanya nelayan Pangandaran,” katanya.

Kunjungan kerja Danlanal Bandung Kolonel Laut Sunar Solehuddin ke pelabuhan Majingklak di sambut oleh Camat Kalipucang, Sutriaman, Rukun Nelayan dan anggota SAR, serta pemerintah Desa Majingklak.

Usai meninjau lokasi pelabuhan ikan di Majingklak, Danlanal Bandung langsung meninjau lokasi pembangunan Piamary dan Politeknik Kelautan Dan Perikanan di pelabuhan PPI Cikidang Babakan. (Agus Kusnadi)***

Komentari