BPJS Ketenagakerjaan Akan Lindungi Pekerja Non ASN di Lingkungan Kemenpora

TASIKMALAYA, (KAPOL).- BPJS Ketenagakerjaan akan melindungi pekerja non ASN di lingkungan Kementerian Pemuda dan Olahraga di seluruh Indonesia. 

Hal ini merupakan komitmen BPJS Ketenagakerjaan dalam mengimplementasikan amanah undang-undang untuk memberikan perlindungan sosial bagi seluruh pekerja, khususnya pekerja dalam lingkungan pemerintahan yang belum tergolong dalam Aparatur Sipil Negara (ASN). 

Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan, Agus Susanto bersama dengan Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi telah menandatangani Nota Kesepahaman di Kantor Kementerian Pemuda dan Olahraga, Jakarta, Jumat (3/5/2019). Di mana BPJS Ketenagakerjaan akan melindungi pekerja non ASN di lingkungan Kementerian tersebut di seluruh Indonesia.

Perjanjian Kerjasama tersebut merupakan buah dari komitmen BPJS Ketenagakerjaan dalam mengimplementasikan amanah undang-undang untuk memberikan perlindungan sosial bagi seluruh pekerja, khususnya pekerja dalam lingkungan pemerintahan yang belum tergolong dalam Aparatur Sipil Negara (ASN).

Pegawai non ASN Kemenpora akan mendapat  program Jaminan Kecelakaan Kerja dan Jaminan Kematian dan juga akan merekomendasikan kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan bagi pengurus-pengurus seluruh cabang olahraga di Indonesia.

“Komitmen yang kami jalin ini merupakan tanggungjawab kami dan Kemenpora dalam menjalankan amanah undang-undang untuk memberikan perlindungan sosial bagi pekerjanya,” kata Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan, Agus Susanto

Nota Kesepahaman ini, jelasnya akan berjalan hingga tiga tahun ke depan dengan memaksimalkan fungsi anggaran untuk kepesertaan Non ASN secara berkesinambungan. Karena manfaat ini tentu akan dirasakan oleh para pekerja di jajaran Kemenpora.

Seperti diketahui sebelumnya, BPJS Ketenagakerjaan hadir dalam melengkapi perlindungan sosial bagi seluruh pekerja.

Terhitung mulai Tahun 2029 mendatang seluruh pegawai Non ASN, Aparatur Sipil Negara hingga TNI dan Polri akan dilindungi oleh BPJS Ketenagakerjaan dengan bergabungnya PT. Tabungan Asuransi Pensiun (Persero) dan PT. Asabri (Persero) menjadi satu dengan BPJS Ketenagakerjaan.

Hal ini merupakan amanah undang-undang yang harus diimplementasikan dengan baik bagi kesejahteraan pekerja dengan pengelolaan berdasarkan filosofi jaminan sosial yang nirlaba.(Kapol)***

Diskusikan di Facebook