Budidaya Udang Vanamei di Pangandaran Sangat Menjanjikan

PARIGI, (KAPOL).-Potensi budidaya air payau di Kabupaten Pangandaran sangatlah bagus. Tinggal dari pihak Pemerintah daerah memberikan pelatihan agar petani bisa lebih berhasil dalam budidaya.

Mengingat, saat ini para petani hanya paham sekedar menebar dan memberi pakan saja. Sedangkan teknis budidaya yang berkualitas belum menguasainya.

Pemasok Udang Vanamei asal Kabupaten Pangandaran Rangga (42) mengatakan jenis udang ini merupakan budidaya yang dilakukan oleh sebagian petani tambak di Pangandaran dan bisa dibilang sudah langka.

“Para petani udang vanamei ini dalam sekali panen bisa meraup puluhan juta rupiah hingga miliaran,” ungkapnya Sabtu (7/7/2018).

Menurutnya, komoditi yang diunggulkan jenis udang vanamei mulai jarak panen 90 hari dari bibit, dengan ukuran panen rata-rata size 50-60 per Kilogram. Untuk size 50 harganya mencapai Rp 55.000,- dan size 60 harganya Rp 62.000,- walaupun harga ini masih dipengaruhi pasar internasional.

“Panen raya udang vanemei khusus di Indonesia sangatlah anjlok karena udang Vietnam dan India juga Thailand dijual murah,” tuturnya.

Selanjutnya untuk Kabupaten Pangandaran produktivitas dari 1 petani bisa mencapai 20 ton. Jadi untuk satu Kabupaten bisa mencapai 300 ton per tahunnya itu minimal.

Jadi sebenarnya masih bisa ditingkatkan salah satunya perhatian dari pihak Pemerintah dengan melakukan pembinaan yang bagus.

“Diharapkan peran penyuluh dari Dinas terkait lebih dimaksimalkan,” lanjut Rangga.

Di Pangandaran untuk ukuran kolam tambak 2000 x 5000 meter persegi, tebar petani bibitnya kisaran 70.000 ekor atau setiap hektare kolam bisa menghasilkan 11,2 ton dengan estimasi tingkat kehidupan 80% dari bibit dengan padat tebar 70 ekor per meter dengan size rata-rata 50 per ekor.

“Saya membeli dari petani dan penjualan langsung ke Jakarta, kebetulan sekitar 5 pabrik sudah kerjasama,” katanya.

Dirinya menambahkan kendala sebagai petani udang vanemei pada musim sudah jelas karena sangat berpengaruh terhadap budidaya.

Rentannya penyakit bibit udang dan antisipasi saat penanaman bibit harus memperhitungkan musim, maksimal dalam proses pengelolaan tanah juga kualitas air, rehab kolam harus maksimal.

“Keluhan petani dapat solusi terbaik berkat peran aktip dari BKIPM Kementrian Kelautan (Badan Karantina Ikan Pengendalian Mutu) cepat tanggap,” tambahnya. (M. Jerry/KAPOL)***

Komentari