IKLAN
KALANG

Buku Tamu Android Lahir dari Programer Cilik asal Garut

image

MEMBANGUN aplikasi ternyata tidak hanya sebatas mempergunakan bahasa pemrograman biasa, seperti coding, php, ataupun java.

Namun, belakangan seiring berkembangnya dunia digital, sengaja diciptakan bahasa pemprograman yang dirancang khusus untuk pemula. Tak perlu lagi memusingkan rentetan kode, logika justru diasah melalui balok-balok semacam puzzle berwarna.

Menurut Pembimbing dari Science Technology Engineering Art Mathematic (STEAM) Club, Dewis Akbar, bahasa pemprograman yang didesain untuk anak-anak atau pemula ini beberapa diantaranya yaitu, stracht dan app inventor.

Keduanya juga sekiranya yang dimanfaatkan tim siswa alumni SDN Regol 10 Garut ini
dalam meramaikan khazanah aplikasi buatan lokal. Saron/Gamelan Simulator dan Buku Tamu Android, adalah karya mereka yang berhasil mejeng di kancah nasional, bahkan mengantongi juara.

“Sebetulnya kami hanya memanfaatkan teknologi yang ada, toh tak ada salahnya jika kita tidak hanya menikmati aplikasi tapi justru ikut membuat,” ujarnya saat dihubungi melalui ponsel seluler.
Bahasa pemprograman berbentuk fun tersebut sudah ada sejak tahun 2012 lalu.

Sayangnya saja dari segi pemanfaatannya masih sangat minim. Sebab diketahuinya pun hanya kalangan pecinta IT ataupun  programer saja. Kata Dewis, padahal, dua pemprograman itu biaa digunakan untuk buat aplikasi-aplikasi sederhana.

Seperti dua karya programer cilik yang kini duduk di bangku kelas VII di Pondok Pesantren Darussalam Kersamanah, SMP Negeri 1 Leuwigoong, dan SMP Negeri 2 Garut.
Rafli Muhamad Ridhwan, Muhammad Raka Saepulloh, dan Fazil Fauzi Hidayat hadir di balik pembuatan aplikasi terbaru, Buku Tamu Android yang dibuat selama liburan sekolah lalu.

“Jadi Saron Simulator kami kemarin berhasil menjuarai pameran INAICTA 2014 kategori SD-SMP, lalu ajang Merit Award di Asia Pasific ICT Alliance  2014. Dari hasil sana itu, kami kan menampung daftar hadir seluruh pengunjung mulai dari kontak sampai komentar. Sayangnya, semua itu harus disalin lagi untuk dipindahkan ke komputer. Di sana kami menemukan banyak tulisan yang kurang jelas, kan jadi bingung,” kata Rafli Muhamad Ridhwan, salah satu perwakilan tim A STEAM Club.

Apalagi ketika data seperti kontak dan email yang keliru, bahaya juga kan bisa salah sambung. Mereka juga pernah memiliki pengalaman kesalahan dalam kesalahan penulisan nama hingga di sertifikat. Semakin mendorong untuk realisasikan buku tamu digital ini.

“Belum lagi, sering kan, namanya ada tapi wajah malah suka lupa, karena cuman ketemu sekali di pameran,” tambah Muhammad Raka. Apalagi untuk nama-nama yang banyak digunakan. Sehingga harus menerka-nerka di bulan-bulan selanjutnya, “Ini bapak X yang mana ya?” ucapnya.

Dari sana, menggunakan bahasa pemprograman app inventor, tim A ini menciptakan sebuah aplikasi Buku Tamu digital. Para pengunjung hanya perlu mengisi form yang disediakan, nama, alamat, email, dan informasi lainnya. Menariknya, ada fitur selfie. Yang memungkinkan sistem ikut menyimpan sebagai database tersebut. (Astri Puspitasari)

Komentari

IKLAN

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

IKLAN
Direktur : H. Usman Rachmatika Kosasih
Pemimpin Redaksi : Duddy RS
Teknologi Informatika : Deni Rosdiana
Promosi dan Iklan : Aditya Hiracahya
Kesekretariatan : Dede Nurhidayat, Sopi
Redaktur : Abdul Latif
Wartawan : Jani Noor, Imam Mudofar, Azis Abdullah, Astri Puspitasari, M. Jerry

Alamat Redaksi : Jl. RE. Martadinata No. 215 A Kota Tasikmalaya 46151

To Top