Bupati Jeje Tinjau Pelaksaan UNBK Tingkat SMA

PARIGI, (KAPOL).-Bupati Kabupaten Pangandaran, Jeje Wiradinata melakukan peninjauan pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) atau istilah lain Computer Basic Test (CBT) di SMA Negeri 1 Parigi, Selasa, 10 April 2018.

Di sela-sela waktunya, Jeje mengatakan, bahwa kehadiran siswa peserta UNBK mencapai 100 persen, namun untuk fasilitas ujian berbasis komputer, seperti komputer masih sangat minim.

Ke depan kata Jeje, untuk pengadaan komputer akan menjadi perhatian khusus. rencana Jeje minggu depan para Kepala Sekolah SMA/SMK akan dipanggil untuk membicarakan banyak hal dengan Pemerintah Daerah.

“Walaupun kebijakan SMA/Sederajat ada di Provinsi, kan tidak masalah kalau Pemda-nya juga turut proaktif untuk kemajuan sekolahnya,” ucap Jeje.

Maka dengan keterbatasan komouter, kata Jeje, untuk pelaksanaan UNBK terbagi sebanyak tiga shif. Mudah-mudahan ke depan, harapnya, bisa dilakukan dengan dua shif.

“Kita cari tambahan untuk pengadaan berupa laptop untuk pelaksanaan UNBK ke depan, paling mencapai sekitar 4 miliaran,” tuturnya.

Senada dengan Bupati Jeje, salahseorang siswa SMA peserta UNBK, Abdul Aziz juga mengeluhkan kekurangan komputer.

“Ya dampak dari kekurangan komputer kita terpaksa untuk melakukan ujian dengan sistem bergantian,” ungkapnya.

Selain kekurangan komputer, Abdul Aziz juga memaparkan kesulitan yang terjadi saat melakukan UNBK.

“Mungkin karena jaringannya juga, ada beberapa soal yang nggak keluar dan kadang-kadang logout sendiri,” tandasnya.

Sementara Sekretaris Dinas Pendidikan, Pemuda Dan Olahraga Kab Pangandaran, Agus Nurdin mengatakan, untuk tingkat SMP yang melaksanakan UNBK sebanyak 54 sekolah.

“SMP di Kab Pangandaran semuanya ikut UNBK,” ujarnya.

Agus mengatakan, melihat dari kesiapan persiapan, pelaksanaan UNBK berjalan dengan lancar. Pihaknya telah menyediakan 12 komputer server serta 25 laptop untuk persiapan kalau-kalau server atau klien di sekolah bermasalah.

“Alhamdulillah semua berjalan dengan lancar, karena Dinas juga menyiapkan komputer dengan spesifikasi server untuk berjaga-jaga apabila server di sekolah jebol atau rusak,” pungkasnya. (Agus Kusnadi)***

Komentari