Bupati Purwakarta Orasi Budaya di PBB

Bupati Purwakarta, Dedi Mulyadi Berpidato di Markas PBB, New York, Amerika Serikat.*

Bupati Purwakarta, Dedi Mulyadi Berpidato di Markas PBB, New York, Amerika Serikat.*

NEW YORK, (KAPOL).-
Penghormatan dunia terhadap Presiden Soekarno yang berpidato di depan sidang umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada 30 September 1960, rupanya diterima pula Bupati Purwakarta, Dedi Mulyadi.

Bupati yang berhasil mendorong Purwakarta sebagai Kota berbudaya Sunda ini berbicara dihadapan ratusan pemimpin muda dunia (Young Leader Assembly) di Markas Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), New York, Amerika Serikat, Selasa (18/8/2015), waktu setempat.

Melalui akun facebooknya, Dedi menyampaikan penguatan basis tradisional pedesaan dengan pendidikan berkarakter Sunda sebagai upaya memperkuat basis budaya, pertanian, perikanan, pertanian, kehutanan dan industri kreatif di Purwakarta.

Ia memperkuat basis tradisional tersebut, salasatunya mengeluarkan Peraturan Bupati tentang Pendidikan Berkarakter.

“Implementasi Perbup, masuk sekolah jam 6 pagi, berangkat jalan kaki atau sepeda dan dilarang mengendarai sepeda motor serta diharuskan puasa seminggu dua kali,” kata Dedi.

Dedi pun menyinggung pesatnya teknologi bukan sebagai sarana pemborosan yang menghilangkan sumber daya pedesaan. Teknologi jangan malah menghilangkan beras, telur, sayuran dan sebagainya sehingga masyarakat desa harus membeli.

“Teknologi sebatas penyempurna tradisi, bukan perusak tradisi,” ujarnya.

Dedi sempat merapatkan dua telapak tangan sambil menundukkan kepala seraya menungkap salam khas orang Sunda: “Sampurasun”. (Jani Noor)***

Komentari