Cabor Paralayang Boyong 3 Emas

BOGOR, (KAPOL).- Tim Cabor Paralayang Kabupaten Sumedang sukses memborong 3 medali emas pada Porda XIII/2018. Cabor paralayang dipertandingkan di venue Gantole Puncak Bogor.

Para patriot Sumedang peraih medali emas tersebut antara lain, Pangeran Dirgantara Pribaya yang mempersembahkan emas dari nomor lintas jarak tertutup perorangan.

Emas kedua disumbang dari nomor lintas alam jarak tertutup beregu junior dengan atlet, Pangeran Dirgantara Pribaya, Fazka Muhammad Ghani dan Aldi Virgo Alvian.

Sedangkan emas ketiga diraih dari nomor lintas alam jarak terbuka beregu junior dengan atlet Pangeran Dirgantara Pribaya, Fazka Muhammad Ghani, Aldi Virgo Alvian.

Tak hanya medali emas, cabor paralayang juga memberikan kontribusi yang banyak terhadap perolehan medali kabupaten Sumedang, dengan menyumbang 6 medali perak dan 2 perunggu.

Keberhasilan meraih pundi medali itu disumbangkan oleh 7 atlet unggulan Sumedang yang dikirim ke Porda XIII/2018, diantaranya, Darumaka Rajasa, Fazka Muhammad Ghani, Pangeran Dirgantara Pribaya, Aldi Virgo Alvian

“Berkat kerja keras tim, dengan segala keterbatasan dan semampu mungkin akhirnya kami bisa memberikan 3 medali emas, 6 perak dan 2 perunggu,” ujar manager yang juga pelatih paralayang Kabupaten Sumedang, Aries Pribaya, Kamis (12/10).

Aries menggambarkan pelaksanaan pertandingan memang terkendala diantaranya faktor cuaca sangat tidak menentu. Jadi ada beberapa hari yang terbuang atau tidak dilaksanakan pertandingan.

Menurut Aries, tim paralayang Sumedang sangat bangga, meski harus berada diperingkat tiga perolehan medali di cabang paralayang, yakni, dibawah Kabupaten Bogor dan Kabupaten Bekasi.

Adapun hasil perolehan medali pada cabor paralayang antara lain, Kabupaten Bogor 4 emas, 4 perak dan 1 perunggu. Disusul Kabupaten Bekasi meraih 4 emas, 1 perak dan 1 perunggu. Sedangkan Kabupaten Sumedang meraih 3 emas, 6 perak dan 2 perunggu.

Selanjutnya medali dari cabor paralayang jiga diraih oleh Kota Bandung, Kota Bekasi, Kabupaten Majalengka, Kabupaten Bandung Barat dan Kota Depok. (Nanang Sutisna)***

Komentari