Cashback Tak Cair, Pembeli Rumah Bersubsidi Protes

BANJAR, (KAPOL).- Sejumlah pembeli rumah di Perumahan Griya Azzahra 3 mendatangi kantor pemasaran Perumahan Griya Azzahra Jalang Siliwangi Raharja Kota Banjar, Jumat (10/5/2019).

Kedatangannya ini berawal ketidakpuasan dan bentuk protes, akibat dijanjikan mau diberi casback pembelian rumah bersubsidi sebesar Rp 4 juta, tak direalisasikannya sampai sekarang ini.

Padahal, pembelian perumahan itu sejak tahun 2016 lalu.

“Pembeli rumah tahun 2017 dan tahun 2018 casback rumah bersubsidi sudah cair dan ditranferkan langsung Rp 4 juta ke rekening buku tabungan. Anehnya, kami, pembeli tahun 2016 tak cair-cair sampai sekarang ini,” kata Rahmadianto dan Andreas.

Menyusul kenyataan itu, dia menegaskan, berkewajiban untuk mempertanyakannya.

“Cashback itu hak kami. Jika tidak direalisasikan, percuma dipasang spanduk bertuliskan rumah bersubsidi dan dipromosikan selama ini,” ucapnya.

Menyikapi itu, Marketing Perumahan Griya Azzahra, Nilawati, dari total 54 unit di Perumahan Azzahra 3, sebanyak 44 unit bersubsidi dan 10 unit non subsidi. Perumahan ini dibangun tahun 2015.

“Pemberian subsidi diberikan kepada pembeli yang belum pernah memiliki rumah dan berpenghasilan dibawah 4 juta. Besaran cashback pembelian rumah bersubsidi itu masing-masing Rp 4 juta,” tuturnya.

Komisaris Perumahan Griya Azzahra, H. Sudarsono, mengatakan, bantuan uang muka dari pemerintah sebesar 4 juta, biasanya diajukan oleh pihak bank. Apabila cair akan masuk ke rekening yang mengajukan.

“Bank mengajukan setelah pengajuan kredit disetujui, sehingga kami developer tidak berhubungan langsung dengan uang tersebut. Pada tahun 2018 dari pihak developer yang inisiatif mengajukannya,” tutur H.Sudarsono.

Perwakilan Bank Bjb Banjar, Dzikri, tak banyak berkomentar saat pertemuan dengan pembeli perumahan.

Kendati demikian, dia berjanji untuk mempertanyakan permasalahan ini langsung ke BJB Pusat dan hasilnya bisa diketahui sepekan kedepan.

“Dipastikan dari pengajuan pembeli rumah langsung diajukan ke BJB pusat. Terkait belum cairnya, saya belum tahu alasan sebenarnya. Kami akan konsultasi dahulu ke BJB Pusat, dilanjutkan kepada Kementrian,” ujar Dzikri. (D.Iwan)***

Diskusikan di Facebook