Ciloseh Amuk Dapil Dua

Warga Diminta Waspada

TAWANG, (KAPOL).-Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tasikmalaya meminta warga tetap waspada pasca meluapnya Sungai Ciloseh dan anak Sungai Citanduy yang melintas di wilayah Kecamatan Cipedes dan Indihiang kemarin.

Meskipun hari ini diprediksi hanya terjadi hujan ringan di Kota Tasikmalaya, namun sangat tergantung dengan kondisi di hulu sungai. 

“Banjir kemarin itu ada beberapa faktor, mulai dari curah hujan hampir empat kali lipat dari biasa di musim hujan, lalu di hulu sungai juga hujan deras makanya debit air Sungai Ciloseh bisa dibilang paling deras dalam beberapa tahun terakhir,” kata Kepala Pelaksana BPBD Kota Tasikmalaya, Ucu Anwar, Selasa (12/2/2019).

Sungai Ciloseh sendiri bermuara menyatu dengan Sungai Citanduy di daerah Manonjaya Kabupaten Tasikmalaya. Saat itu, muka air di Citanduy juga sudah tinggi.

“Makanya alirannya terhambat dan di daerah Indihiang dan Cipedes pun hujan besar, makanya terjadi luapan. Dampaknya di Kecamatan Cipedes di empat kelurahan, Indihiang di satu kelurahan” ujarnya.

“Kalau secara keseluruhan ada 33 titik lokasi, meliputi 5 kecamatan termasuk kecamatan dapil dua (Indihiang dan Cipedes). Lalu ada pula dapur rumah tergerus derasnya sungai Ciloseh di Nagrak Kecamatan Tawang dan tembok penahan tanah yang ambrol di di Parakan Nyasag. Untuk korban jiwa dan luka nihil,” katanya menjelaskan.

Pihaknya juga menyimpulkan sementara atas kejadian banjir langka tersebut. Termasuk menganalogikan seperti banjir kiriman Jakarta dari Kota Bogor. Sebab hulu sungai yang melintasi di Kota Tasikmalaya berada di daerah lain.

“Citanduy dari Gunung Cakrabuana, sedangkan Ciloseh dari Galunggung. Isu lingkungan ini sebenarnya bisa menjadi perhatian bersama supaya bisa meminimalkan dampak dari bencana. Bisa dilihat kan kemarin betapa tingginya muka air Ciloseh. Bahkan sekira satu meter lagi mencapai jembatan di Cigeureung,” ujarnya.(Inu Bukhari)***