Curi Perhiasan Palsu Terancam 5 Tahun Penjara

Apes. AZ diinterogasi, Rabu (5/8/2015)

Apes. AZ diinterogasi, Rabu (5/8/2015)

MANGUNREJA, (KAPOL) –
Apes. Mungkin kata itu yang pantas untuk menggambarkan kondisi AZ, (29), warga Kp. Kebonpandan, RT 02 RW 008 Desa Singaparna Kec. Singaparna Kab. Tasikmalaya.

Ia haru mendekam di Makopolres Tasikmalaya untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

AZ adalah pelaku curas yang terjadi di Kec. Cigalontang Kab. Tasikmalaya, Kamis (30/7/2015) lalu terhadap korban perempuan, Linda Loberta (37), warga Pataruman Kaler RT 002 RW 008 Kelurahan Yudanegara Cihideung Kota Tasikmalaya yang baru saja dikenalinya.

Kasatreskrim Polres Tasikmalaya, AKP Pandu Winata mengatakan setelah menerima laporan tersebut pihaknya langsung bergerak. Dari keterangan korban, kata dia, pelaku menggunakan mobil Avanza berwarna putih.

“Lantas kita cek dulu keberadaan mobilnya. Ternyata itu mobil rental yang pelaku sewa dari daerah Leuwisari,” kata dia kepada Kapol, Rabu (5/8/2015) siang.

Pihaknya pun langsung menelusuri data penyewa mobil tersebut. Diketahuilah alamat pelaku. Pihaknya langsung bergerak untuk mencari pelaku.

“Selang tiga hari sudah bisa kita dibekuk di rumah orang tuanya di daerah Leuwisari,” ujarnya.

Pelaku diduga terkecoh dengan perhiasan yang digunakan korban. Pasalnya korban menggunakan perhiasan banyak berupa kalung, gelang dan cincin. Pelaku tergiru dengan apa yang digunakan korban itu.

Apes bagi pelaku. Setelah di rampas, ternyata perhiasan itu imitasi berbahan logam kuningan. Sekilas memang tampak seperti perhiasan emas dengan khiasan blink-blink permata.

“Tapi kita tidak akan melihat barangbuktinya. Yang kita lihat adalah tindak perbuatan curasnya,” imbuh AKP Pandu.

Pelaku mengambil perhiasan itu dengan mencekik dan memukul korban sebelum akhirnya korban diturunkan di Cigalontang.

Sebelumnya pelaku sudah mengajak korban jalan-jalan keliling Kota Tasikmalaya. Bahkan juga sempat berhubungan badan di salah satu hotel di Kota Tasikmalaya.

Akhirnya pelaku harus mendekam di MakopolresTasikmalaya. Ia dijerat Pasal 365 KUHP tentang pencurian dan kekerasan dengan ancaman hukuman maksimal lima tahun penjara.

AZ sendiri mengaku tergiur dengan perhiasan korban. Ia merampas perhiasan korban yang ternyata imitasi itu dengan maksud akan menjualnya. Hasil penjualannya digunakan untuk membayar hutang.

Naas bagi AZ, bukan malah untung, justru malah buntung. Perhiasaan tidak laku di jual karena imitasi dan AZ harus mendekam di balik jeruji besi.

“Menyesal pak. Saya pikir itu perhiasan emas asli,” kata AZ tertunduk lesu. (Imam Mudofar)

Komentari