Dalam Sehari Disdukcapil Keluarkan 500 Suket

JALAN PEMUDA, (KAPOL).-Tidak adanya pasokan blangko KTP elektronik (KTP-el) dari pemerintah pusat ke daerah, memaksa Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Tasikmakaya kembali mempergunakan secarcik kertas Surat Keterangan (Suket) sebagai pengganti kartu identitas diri.

Padahal pasca musim mudik dan libur lebaran idulfitri ini, pemohon dokumen kependudukan tersebut membludak dari hari-hari normal. 

Meski hanya selembar kertas, namun pihak Disdukcapil menjamin keabsahan dan legalitas formal pengganti KTP-el tersebut. Bahkan bila ada intansi maupun swasta yang meragukan hal itu, bisa langsung berhadapan dengan Disdukcpil sebagai pihak yang mengeluarkan dokumen kependudukan.

Kepala Bidang Pelayanan Pendaftaran Penduduk (P3) pada Disdukcapil Kabupaten Tasikmalaya Hj. Winny mengatakan, dalam dua hari ini pemohon pencetakan KTP-el yang datang ke kantornya membludak dibandingkan hari-hari biasa.

Hal ini kerap terjadi setelah libur kebaran. Akan tetapi sayangnya, pihaknya sudah tidak memiliki persedian stok blangko KTP-el dan belum ada lagi pengiriman blangko dari pemerintah pusat.

“Blangko saat ini sedang kosong. Karena kebutuhan warga yang mendesak memerlukan KTP, maka tidak ada jalan lain selain dibuatkan Suket sebagai pengganti KTP-el,” papar Winny, Selasa (11/6/2019).

Banyaknya pemohon membuat pihaknya cukup kerepotan. Bayangkan saja dalam sehari bisa 250 sampai 500 lembar suket yang dikeluarkan. Suket inipun distempel dan ditanda tangan basah secara manual, sehingga lumayan melelahkan bagi petugas penanggungjawab.

Winny mengatakan, jika pihaknya terus meminta adanya pengiriman blangko KTP-el ke pemerintah pusat, sehingga semua bisa terlayani secara maksimal.

“Nanti jika sudah ada blangko, suket ini bisa ditukar guna dicetakan KTP-el. Mungkin akhir bulan Juni ini sudah tersedia, kita terus berkomunikasi dengan pemerintah pusat,” ujarnya.

Salah satu pemohon, Dea Ananda (18) warga Cigalontang mengaku cukup kecewa karena tidak bisa dibuatkan KTP-el dan hanya di ganti oleh Suket. Meski nanti bisa diganti jika blanko KTP sudah ada, namun hal itu membuatnya dua kali bolak-balik ke kantor Disdukcapil. Padahal sebentar lagi dirinya harus berangkat ke luar kota guna memenuhi panggilan kerja.

“Kalau begini saya nanti harus balik lagi untuk mencetak KTP-el jik sudah ada blangkonya. Akan tetapi kalo saya sudah kerja di Jakarta bagaimana harus ijin bolos kerja dan bokal-balik hanya untuk mengurus KTP,” paparnya. (Aris Mohamad F)***

Diskusikan di Facebook
Baca juga ...