Danrem 062, GM IP, dan Rektor Uniga Panen Kopi

SUKARESMI, (KAPOL).- Danrem 062 Tarumanagara, Kolonel Tatan, didampingi General Manajer Indonesia Power (GM IP) UPJP Kamojang, Budi Wibowo, Rektor Uniga Abdusy Syakur Amien, dan Sekretaris Bappeda Kab. Garut Agus Ismail, melakukan panen raya kopi Preanger, di Kampung Pelag, Desa Sukalilah, Kec. Sukaresmi, Kab. Garut, Rabu (16/5).

Tatan mengapresiasi kegiatan tersebut dan berharap kopi asal Kampung Pelag itu, memiliki brand tersendiri.

Termasuk, kata dia, memiliki rasa yang khas sehingga dikenal ditengah masyarakat.

“Kopi itu dimana-mana juga ada, seperti di Aceh, Lampung, dan daerah lainnya. Kopi Aceh sangat terkenal tapi katanya bibit kopinya dari Tasik dan Ciamis,” katanya.

Mudah-mudahan saja kopi dari Kampung Pelag ini juga bisa terkenal dan memiliki brand dan rasa khas kampung di sini.

Sementara itu, Budi Wibowo mengatakan, untuk menghidupkan ekonomi masyarakat Kampung Pelag, lembaganya menyerahkan bantuan sebanyak 40 ribu bibit kopi Java Preanger yang disemai dari induk yang masih ada.

“Jumlah itu ditanam di 78,3 hektar lahan, perinciannya 42,60 hektar lahan Perhutani, dan 35,7 hektar milik petani,” tuturnya.

Kini, hampir lima tahun tanam sekitar 30 ribu kopi siap panen.

“Kami sudah mampu menghasilkan gabah green bean 1,3 hingga 2 ton per musim,” kata Budi.

Seusai kegiatan, Ketua kelompok petani kopi, Kuswana mengatakan, kopi yang ditanam ini merupakan bantuan dari Indonesia Power.

Jenisnya adalah kopi Arabika pertama Belanda, yang masih ada tumbuh hingga kini.

Ia menyatakan, kopi jenis Arabika jenis Prianger ini diklaim sebagai kopi jenis tertua yang pertama kali dibawa Belanda sejak 1662 silam.

Namun minimnya inovasi, hingga akhirnya kopi tersebut lambat dikembangkan.

“Kami tahunya juga setelah banyak yang menanyakan kopi Preanger asal pelag ini,” katanya.

Menurut dia, minimnya perhatian dan sulitnya pendanaan, diduga menjadi hambatan terbesar perkembangan kopi Prianger Garut itu, hingga akhirnya mulai 2014 lalu, Indonesia Power (IP) memberikan perhatian memberikan bantuan.

“Saat ini pun kami belum punya nama varietasnya apa, saya harap sesuai nama kampung kami,” ucapnya.

Dia menuturkan, saat ini varietas kopi Prianger yang tertanam di wilayah Priangan (preanger) ada 17 jenis, sehingga dengan dikembangkannya kopi Pelag, varietasnya kembali bertambah.

Sedangkan jenis Java Preanger yang ditanam di kampung Pelag terbagi dalam tiga kategori, yakni Jagur (tinggi), Semi KT (sedang) dan KT (pendek).

“Ini yang usia 5 tahun baru bisa panen sekitar 5 kilogram, semakin nambah usia biasanya semakin naik produksinya,” ujar dia.

Salah satu keunggulan kopi Java Prianger, lanjut dia, yakni tingkat susut yang rendah, dari 1 kilogram rose brean, mampu menjadi 0,8 ons kopi siap seduh.

“Soal rasa bisa dirasakan sendiri, dan tak kalah nikmatnya dengan kopi lainnya,” kata Suhaya. (Dindin Herdiana)***

Komentari