Debat Publik, Polres Banjar Terjunkan 200 Personil

BANJAR, (KAPOL).- Debat publik pasangan calon Wali kota dan Calon Wakil Wali Kota Banjar Pilkada 2018 dijadwalkan digelar Graha Banjar Idaman (GBI), Rabu (25/4/2018), mendatang.

Polres Banjar menyiagakan 200 personil gabungan untuk untuk mengamankan selama pelaksanaan debat publik tersebut.

Demikian dikatakan Wakapolres Banjar, Kompol Ade Najmulloh, seusai rakor dengan KPU Banjar, belum lama ini.

Menurut dia, pengamanan dilakukan sesuai Standar Oprasional Prosedur (SOP) yang berlaku.

Baik, berbentuk pengamanan terbuka, pengamanan tertutup, pengaman jalur, dan pengaman perparkiran.

Termasuk, pengamanan pengawal pribadi yang melekat terhadap paslon.

Pengamann ini mendapat dukungan dari Satuan TNI, Kodim Ciamis 0613/Ciamis, Yonif Raider 232/BP, Satpol PP dan Dishub.

“Sistem pengamanan dibagi tiga ring. Yakni, ring 1, ring 2 dan ring 3,” kata Najmullah.

Selain itu, dikatakan dia, adanya pengamanan ‘escape’ atau evakuasi bila terjadi hal-hal yang krusial di luar dugaan.

“H-1 debat publik digelar simulasi pengamanan. Termasuk sterilisasi GBI supaya benar-benar aman,” ujarnya.

Ditempat terpisah, Ketua KPU Kota Banjar, Dani Danial Muhklis, debat publik itu direncanakan digelar selama 3 jam dan live di tv swasta.
“Selama debat publik itu tidak ada fanelis. Kalau pun ada itu hanya moderator saja. Hal demikian sesuai PKPU Nomor 4,” ujarnya.

Materi dan isu yang direncanakan jadi bahan debat publik, diantaranya meningkatkan kesejahtraan masyarakat dengan isu kemiskinan dan daya beli, materi mamajukan daerah dengan isu agropolitan dan pariwisata, materi meningkatkan pelayanan kepada masyarakat dengan isu perizinan (perizinan usaha dan pelayanan publik).

Selain itu, materi menyelesaikan persoalan daerah dengan isu demokrasi, krisis SDM dan pendapatan daerah, materi menyerasikan pelaksanaan pembangunan daerah kab/kota dan provinsi sampai nasional dengan isu regulasi dan kebijakan, materi memperkokoh NKRI dengan isu toleransi.

“Materi dan isu itu dibahas Tim Perumus debat publik secara berkelompok. Untuk teknis, akan dibahas kembali nanti,” ucap Dani, seusai rakor dengan Tim Perumus Debat Publik di RM Haji Dian, Minggu (15/4/2018). (D.Iwan)***

Komentari