Demi KTP-el, Warga Sampai Nginep di Kantor Disduk

JL PEMUDA, (KAPOL).-Sudah lebih dari sepekan ini pelayanan pencetakan KTP-elektronik (KTP-el) di Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Tasikmalaya membludak.

Setiap harinya tidak kurang dari 500 warga yang datang untuk mengurus administrasi kependudukan tersebut, baik perubahan data maupun pencetakan KTP-el baru.

Seperti pada Selasa (12/3/2019), ratusan orang telah mengantri sejak pukul 04.00 wib dinihari. Bahkan sebagiannya ada yang sengaja bermalam di kantor Disduk guna kebagian nomor antrian kecil. Meski cukup membuat kewalahan petugas, namun untungnya semua bisa terlayani karena ketersediaan blanko KTP-el yang memadai.

“Iyah sejak dibukanya ruang pelayanan hingga sore hari ratusan orang mengantri, tidak pernah ada habisnya. Lebih dari 500 per hari,” jelas Kepala Bidang Pelayanan Pendaftaran Penduduk (P3) pada Disdukcapil Kabupaten Tasikmalaya Hj. Winny.

Kodisi ini dikatakan dia memang selalu terjadi memdekati pelaksaan pemilu, seperti halnya hendak pemilu Gubernur Jawa Barat di tahun 2018 lalu. Dimana masyatakat yang belum memiliki KTP-el segera berbondong-bondong ke Disdukcapil guna mencetak KTP mereka. Pasalnya mereka tidak ingin hak pilihnya hilang hanya gara-gara tidak memiliki KTP-el.

Terlebih dengan keluarga peraturan Menteri Dalam Negeri yang terbaru terkait tidak boleh dikeuarkannya SUKET (surat keterangan) bagi penduduk, dan semua harus sudah memegang KTP-el. Bukti kependudukan KTP-el juga menjadi salah satu syarat penting yang harus ditunjukan ketika mereka hendak mencoblos di TPS.

Pihak Disduk juga mencatat setidaknya ada sekitar 400 pemohon pencetakan KTP-el perbaikan. Dimana mereka ada yang pindah alamat, merubah data kependudukan, hingga rusak dan hilang. Sementara 100 pemohon lainnya merupakan termasuk warga yang sudah masuk PRL (print ready record) atau siap cetak karena datanya sudah diambil beberapa waktu lalu.

Salah seorang pemohon, Rika (19) warga Kecamatan Ciawi mengemukakan, dirinya rela mengantri walau mendapatkan nomor antrian diatas 350 demi mendapatkan KTP-el. Dirinya mengaku tidak ingin hak pilihnya hilang pada saat Pemilu 17 April nanti, hanya gara-gara tidak memiliki KTP-el. Sementara namanya sudah masuk dalam DPT (daftar pemilih tetap) bersama kedua orang tuanya.

“Kalau tidak punya KTP-el pasti tidak akan bisa memilih. Jadi saya paksakan walau harus ngantri sampe sore, asal KTP-nya jadi hari ini,” ujar dia. (Aris Mohamad F)***

Diskusikan di Facebook