Denda Pajak STNK Hanya 2 Persen Perbulan

image

PANGANDARAN, (KAPOL).-
Kepala Cabang Sistem Administrasi Manunggal Satu Atap (Samsat) Kabupaten Pangandaran Dinas Pendapatan Daerah Provinsi Jawa Barat, Asep Soehara mengatakan, denda pajak terlambat kendaraan bermotor sebesar 2 persen per bulan.

Jika jumlah pajak sebesar Rp 1 juta per tahun, maka keterlambatan dikali 2 persen. “Misal STNK ini terlambat satu bulan. Kalau jumlah pajak satu tahun satu juta, kita bayar tambahan dua puluh ribu dari dua persen tadi,” kata Asep saat razia gabungan Samsat dengan Satlantas Polres Ciamis di Jalan Pangandaran Desa Babakan, Selasa (8/9/2015).

Menurut Asep, ada anggapan ketika STNK habis satu bulan harus membayar satu tahun denda. Padahal tidak begitu karena peraturan ini sudah berubah sejak 2012 lalu. “Kalau dulu satu hari terlambat saja dikenakan denda dua puluh lima persen. Sekarang dihitung dua persen perbulan,” ujarnya.

Perubahan peraturan inipun diakui belum sepenuhnya diketahui masyarakat sehingga banyak pemilik kendaraan tidak mau memperpanjang Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK). “Demi azas keadilan, peraturan tersebut tidak ada lagi. Tapi dihitung perbulan dengan denda dua persen tadi,” tuturnya. (Jani Noor)

Komentari