All for Joomla All for Webmasters
IKLAN
HUMANIORA

Deni R Sagara, Membangun Jalan Pikir Baru

Abdul Latif/"kapol"*

Bagaimana caranya anak muda di daerah bisa berkarya untuk kemajuan daerah bangsa dan negara, menjadi impian terbesar Deni R Sagara politisi muda Partai Amanat Nasional yang lahir dan besar di daerah.

Politisi yang menjabat sebagai Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Barisan Muda Penegak Amanat Nasional (BM PAN) Jawa Barat itu membayangkan, jika di satu kampung ada pemuda desa yang bisa menggerakan roda eknomi masyarakat, maka daerah atau negara ini akan mengalami lonjakan yang pesat.

Namun sayang saat ini, para pemuda terutama para sarjana di desa banyak yang memilih untuk bekerja di kota dan mengabdi pada perusahan pihak lain. Potensi desa yang begitu besar dibiarkan begitu saja tanpa disentuh.

“Sayang desa dengan segala potensinya harus dibiarkan. Kami mengajak semua pemuda untuk bergerak berkarya dan bekerja untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Jika ini terwujud bangsa ini akan maju pesat,” ujar Ketua  Pembinaan Organisasi dan Keanggotaan (POK) DPW PAN Jawa Barat itu dengan penuh kehangatan.

Anggota DPRD Kabupaten Tasikmalaya dua priode itu mengajak para pemuda untuk keluar dari zona nyaman atau keluar dari rutinitas biasa untuk meraih kesuksesan yang luar biasa.  Jangan sampai potensi besar di daerah malah dimanfaatkan pihak lain.

Para pemdua harus berani melakukan lompatan yang besar dan tidak lazim, agar kesenjangan antara desa dan kota tidak terlalu dalam. Desa harus mampu mengejar ketertinggalannya dari kota agar laju urbanisasi bisa ditekan. Jangan sampai desa menjadi lokasi yang hanya dihuni kaum tua dan para pemudanya malah memilih bekerja di kota.

Di desa banyak lahir sumber daya manusia yang memiliki potensi besar untuk melakukan perubahan. Semua orang hebat yang ada di negara ini lahir dari desa, tetapi mereka memiliki ide besar untuk membangun bangsa.

“Jangan pernah merasa rendah diri, karena lahir di desa. Justru kita harus berani membuktikan urang kampung bisa ikut membangun bangsa ini. Makanya para pemuda harus berani keluar dari kebiasaan,” jelas pemuda yang sejak kecil mengidolakan BJ Habibie itu.

Jualan Kue

Pria sederhana dan mudah bergaul dengan semua kalangan itu, saat ini giat berjualan kue hasil karya sang isteri yang diberi nama kabeuki. Langkah tidak biasa itu diambil sebagai bagian dari jiwa mandiri yang diajarkan oleh ibunya sejak kecil.

Bahkan saat usia Sekolah Dasar (SD) politisi ramah yang ditunjuk menjadi Ketua Komite Pemenangan Pemilu Wilayah DPW PAN Jabar itu kerap jualan kue dadar gulung yang dibuat ibunya. Tanpa rasa malu ia menjajakan kue keliling kampung. Bukan hanya itu Deni juga kerap berjualan layang-layang yang dibuatnya sendiri.

“Saya masih ingat bagaimana Ummi (ibu) mengajarkan kemandirian. Sejak kecil diajarkan berdagang, jualan kue dadar gulung . Saya dulu hobi main layangan. Saya buat sendiri layangan untuk dijual. Di rumah itu berjejer pajangan layangan siap jual,” kata pria yang saat usia kecil kerap menjadi muadzin di mesjid itu.

Begitu juga saat, duduk di bangku Kuliah, Deni tidak merasa malu untuk berjualan bakpia sebagai oleh-oleh khas Jogja kepada wisatawan yang datang dari Jawa Barat. Hasilnya bisa untuk biaya hidup di kota orang dan biaya untuk kuliah di Universitas Gajah Mada.

“Hidup ini asyik, dan yang paling penting bersyukur. Apa yang ada hari ini adalah hasil mimpi dan kerja keras,” tutur sarjana filsafat UGM itu.

Kemandirian yang diajarkan sejak kecil oleh sang Bunda menjadi modal besar Deni untuk terus berkarya dan mengabdikan diri kepada masyarakat. Termasuk juga wejangan dari sang ayah yang memintanya untuk selalu melakukan shalat malam dan harus selalu dekat dengan Qur’an menjadi energi besar Deni dalam melangkah.

Hal ini mengilhaminya untuk membangunkan pemuda lain agar bangkit dan mau berkarya untuk kemajuan daerah.

Ia mengharapkan, muncul sebuah gerakan nyata para pemuda desa untuk bergotongroyong secara intelektual untuk membangun daerah. Jika ini terwujdu dalam waktu singkat Indonesia akan mengalami lonjakan yang sangat pesat.

Sejak kecil Politisi ramah yang pernah di dorong untuk mencalonkan diri jadi Bupati Tasikmalaya itu, memilih untuk mengambil jalan yang tidak biasa. Anak sulung dari pasangan Umar Ismail dan Mamah Suryamah yang lahir pada  18 Oktober 1977 memilih terus menempuh bangku sekolah. Padahal kebiasaan anak-anak di desanya di Sukahening, selepas lulus sekolah anak-anak langsung bekerja di kota untuk segera menghasilkan banyak uang.

Namun tidak demikian, bagi pria yang tidak banyak bicara namun konsentrasi  penuh untuk mengabdi pada  masyarakat itu “keukeuh” pada pendiriannya untuk tetap di jalur pendidikan. Termasuk dia memilih untuk melanjutkan hingga bangku kuliah. Ini dilakukan semata-mata untuk merubah jalan pikir masyatakat di daerahnya.

Berani untuk keluar dari kebiasaan langkah yang sengaja dipilih Deni R Sagara dalam menjalani kehidupan. Targetnya simpel bagaimana hidup yang singkat ini bisa memberi banyak manfaat bagi masyarakat.

Sebagai pemuda yang terpelajar dan memilih beda dengan para pemuda lainnya di desanya, kini Deni bisa memberikan dampak yang besar bagi kemajuan daerahnya. Jalan utama yang berpuluh-puluh tahun rusak parah kini kondisinya mulus. Pembangunan infrastruktur desa maju pesat.

Dua priode menjabat sebagai wakil rakyat, pendiri Institut Desa itu mengabdikan dirinya untuk kepentingan masyarakat. Kewenangan untuk mengelola anggaran dicurahkan sepenuhnya untuk kepentingan masyarakat. Daerah harus maju dan kemajuannya sangat pesat.

Namun impian itu tidak mungkin bisa terwujud hanya oleh satu orang saja, butuh pemuda lain yang memiliki pola pikir sama dari berbagai daerah agar pembangunan mengalami kemajuan yang pesat.

Deni mengajak para pemuda untuk melakukan gotong royong intelektual agar  dalam waktu singkat bangsa ini bisa sejajar dengan bangsa lain di Dunia. Dan  ini menjadi impian terbesar dari seorang Deni R Sagara, warga sederhana yang lahir dari keluarga biasa di desa.(Abdul Latif)***

Komentari

IKLAN
IKLAN
Direktur : H. Usman Rachmatika Kosasih Penanggungjawab/Pemimpin Redaksi: Duddy RS
Redaktur Pelaksana : Abdul Latif
Teknologi Informatika : Deni Rosdiana
Komunikasi Bisnis, Promosi, dan Iklan : Nova Soraya
Wartawan : Ibnu Bukhari, Erwin Widyagiri (Kota Tasikmalaya); Imam Mudofar, Aris M. Fitrian (Kabupaten Tasikmalaya); Ai Setiadi (Tasik Selatan); Jujang (Kabupaten Ciamis); A. Hendy, Dindin Herdiana (Kabupaten Garut); Agus Kusnadi, M. Jerry (Kabupaten Pangandaran); Azis Abdullah, Nanang Sutisna (Kabupaten Sumedang);

Alamat Redaksi : Jl. RE. Martadinata No. 215 A Kota Tasikmalaya 46151

Atas